Ekspor NTB Melesat, Impor Justru Anjlok pada Februari 2026
- 01 Apr 2026 15:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat nilai ekspor pada Januari–Februari 2026 mencapai US$ 140,34 juta, meningkat signifikan 1.155,29 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Khusus pada Februari 2026, nilai ekspor NTB tercatat US$ 63,70 juta, naik 774,25 persen dibanding Februari 2025.
Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa kelompok komoditas ekspor terbesar adalah tembaga dengan nilai US$ 37,64 juta (59,08 persen), diikuti perhiasan/permata sebesar US$ 23,05 juta (36,19 persen), ikan dan udang US$ 2,49 juta (3,91 persen), garam, belerang, kapur US$ 0,23 juta (0,36 persen), dan daging serta ikan olahan US$ 0,16 juta (0,26 persen).
“Ekspor NTB terbesar ditujukan ke Thailand sebesar 38,66 persen, Uni Emirat Arab 30,59 persen, Tiongkok 8,56 persen, Vietnam 8,29 persen, dan Amerika Serikat 3,97 persen,” ujar Wahyudin, Rabu 1 April 2026.
Di sisi lain, nilai impor Provinsi NTB justru turun signifikan. Nilai impor Januari–Februari 2026 tercatat US$ 7,92 juta, turun 84,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Impor pada Februari 2026 sebesar US$ 5,71 juta, turun 58,72 persen dibanding Februari 2025.
Kelompok komoditas impor terbesar adalah mesin-mesin/pesawat mekanik senilai US$ 4,13 juta (72,43 persen), kendaraan dan bagiannya US$ 0,89 juta (15,56 persen), bahan bakar mineral US$ 0,44 juta (7,65 persen), mesin/peralatan listrik US$ 0,11 juta (1,92 persen), dan benda-benda dari besi dan baja US$ 0,03 juta (0,60 persen).
“Impor NTB pada Februari 2026 sebagian besar berasal dari Tiongkok 47,90 persen, Finlandia 20,00 persen, Amerika Serikat 15,44 persen, Singapura 10,02 persen, dan Australia 6,65 persen,” tambah Wahyudin.
Data ini menunjukkan kinerja ekspor NTB yang sangat kuat di awal 2026, sementara impor mengalami kontraksi tajam, yang berdampak pada neraca perdagangan daerah yang semakin positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....