Waspada Daging Beku, Disnakeswan Lotim Ingatkan Potensi Kecurangan Pedagang
- 27 Mar 2026 15:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Masyarakat di Kabupaten Lombok Timur dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penjualan daging beku di pasar tradisional. Terlebih peredaran daging beku di daerah ini mulai mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut dipicu oleh proses penyimpanan dan penjualan yang tidak sesuai standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas daging dan membahayakan kesehatan konsumen. Selain itu, situasi ini dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk melakukan kecurangan dengan mencampur daging beku dan daging segar, terutama saat permintaan meningkat.
Kepala Seksi Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, Sulhul Hadi, menyampaikan bahwa potensi kecurangan meningkat seiring naiknya harga daging segar dan tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadan, Lebaran, hinggaLebaran Topat.
“Karena tingginya harga daging segar di Lombok, memungkinkan pedagang mengoplos daging beku dengan daging segar yang harganya lebih mahal,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, daging beku seharusnya disimpan dalam kondisi khusus agar tidak terkontaminasi. Namun, jika dijual di pasar tradisional tanpa fasilitas penyimpanan memadai, kualitasnya bisa menurun.
“Kalau tidak disimpan dengan benar, daging beku bisa terkontaminasi dan itu berisiko bagi kesehatan konsumen,” katanya.
Sulhul juga memaparkan ciri-ciri daging beku yang dijual seolah-olah segar, di antaranya terasa dingin saat disentuh dan memiliki warna lebih gelap. Sementara daging segar hasil pemotongan hari itu cenderung lebih cerah dan terasa hangat.
“Kalau konsumen jeli, sebenarnya perbedaan itu bisa dilihat dengan jelas,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa distribusi daging beku umumnya melalui pasar modern seperti supermarket, sedangkan daging segar banyak dijual di pasar tradisional. “Karena itu masyarakat harus lebih cermat saat membeli, jangan sampai tertipu,” jelasnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga didorong untuk melaporkan kepada Satgas Pangan atau dinas terkait apabila menemukan indikasi praktik pengoplosan daging di pasaran. Peningkatan kewaspadaan ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan konsumen sekaligus mencegah praktik curang yang merugikan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan pada perayaan besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....