SATSPAM Plus Indosat Bantu Tangkal Panggilan Modus dan Spam
- 02 Mar 2026 17:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Upaya perlindungan pelanggan dari maraknya penipuan digital terus diperkuat. Indosat Ooredoo Hutchison melalui layanan SATSPAM Plus menghadirkan fitur peringatan (warning system) terhadap nomor yang terindikasi sebagai modus penipuan dan spam, termasuk panggilan melalui aplikasi seperti WhatsApp.
SVP Head of Marketing Circle Java Indosat, Adiyanto Adhi Kusumo, menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk membantu pelanggan lebih waspada sebelum mengangkat panggilan mencurigakan.
Menurut Adiyanto, apabila terdapat panggilan masuk dari nomor yang terindikasi sebagai modus penipuan, sistem akan memberikan penanda khusus, seperti warna merah atau notifikasi peringatan bahwa nomor tersebut berpotensi sebagai nomor modus.
“Kalau sudah muncul notifikasi nomor terindikasi modus, sebaiknya tidak diangkat. Karena kekhawatirannya, jika diangkat dan percakapan berlanjut, pelanggan bisa terpengaruh,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026 di Mataram.
Ia mencontohkan modus yang kerap terjadi, seperti panggilan yang mengatasnamakan instansi resmi, misalnya petugas pajak, yang meminta korban melakukan aktivasi layanan tertentu atau memberikan data sensitif.
Adiyanto juga mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah memberikan kode OTP, token, maupun password kepada siapa pun, baik melalui telepon maupun SMS.
“Setiap ada permintaan memasukkan atau menyebutkan token dan password lewat telepon, itu patut dicurigai. Token atau password itu sifatnya rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaku penipuan kerap menggunakan berbagai cara persuasif, seperti iming-iming hadiah atau promosi tertentu, untuk membuat korban lengah dan akhirnya memberikan data penting.
SATSPAM Plus, lanjut Adiyanto, berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Namun keputusan untuk mengangkat atau menolak panggilan tetap berada di tangan pelanggan.
“Kami menyampaikan warning saja. Keputusan tetap ada di pelanggan. Harapannya, dengan adanya sistem ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati terhadap potensi penipuan,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran penggunaan data pribadi, Adiyanto memastikan bahwa layanan ini tidak mengakses maupun menyalahgunakan data pribadi pelanggan.
“Kami sangat memperhatikan perlindungan data pribadi. Ada aturan dan undang-undang yang mengatur itu. Jadi kami tidak mengelola atau menggunakan data pribadi pelanggan di luar ketentuan yang berlaku,” katanya.
Dengan meningkatnya kasus penipuan digital, Indosat berharap kehadiran SATSPAM Plus dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan bagi pelanggan, sekaligus meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan siber.