Ultraverse Festival Terapkan Zero Waste to Landfill, XLSMART Alihkan 1,7 Ton Sampah

  • 28 Feb 2026 01:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Jakarta - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menegaskan komitmen keberlanjutan melalui penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan dalam penyelenggaraan Ultraverse Festival yang digelar serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Konser berskala besar tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran layanan XL Ultra 5G+.

Festival yang menjangkau sekitar 25.000 penonton itu menerapkan pendekatan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management sebagai bagian dari strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Melalui kolaborasi dengan Waste4Change dan Z Bio, pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumber melalui pemilahan, pemanfaatan ulang, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyampaikan bahwa implementasi prinsip ESG telah menjadi fondasi operasional perusahaan.

“Penerapan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam setiap inisiatif bisnis, termasuk Ultraverse Festival. Setiap kegiatan besar dirancang dengan pendekatan keberlanjutan yang terukur dan dapat direplikasi,” terangnya dalam keterangan rilis, Kamis 26 Februari 2026.

Pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan dalam AXIS Nation Cup 2025 dengan capaian pengelolaan 4.200 kilogram sampah sepanjang acara.

Pada penyelenggaraan di Jakarta, konsep Zero Waste to Landfill memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di Surabaya, strategi Reduce Waste to Landfill difokuskan pada pengurangan sampah sejak tahap perencanaan, optimalisasi pemilahan, serta peningkatan praktik guna ulang. Sementara di Denpasar, pengelolaan difokuskan pada limbah makanan melalui kemitraan venue ATLAS dengan Z Bio.

Dari total rangkaian acara di tiga kota, sebanyak 1.754 kilogram sampah berhasil dialihkan dari TPA dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e. Angka tersebut setara dengan sekitar 700.000 kali pengisian daya ponsel pintar atau perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000–40.000 kilometer.

Merza menambahkan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya membangun praktik industri telekomunikasi yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....