Kisah Nora Membangun Reno Bakery dari Nol

  • 30 Nov 2025 09:43 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Utara: Aroma roti segar yang tiap pagi memenuhi kawasan Tanjung, rupanya menyimpan kisah kebangkitan sebuah keluarga setelah terpaan bencana. Dari sebuah dapur sederhana pascagempa 2018, pasangan Nora dan suami berhasil menumbuhkan Reno Cafe dan Reno Bakery menjadi salah satu kekuatan baru di industri kuliner Lombok Utara.

“Awalnya kami hanya jualan donat seribu, tepatnya setelah gempa tahun 2018,” kenang Nora, owner Reno Cafe dan Bakery, Minggu (30/11/2025).

Dari produk yang sederhana itu, Reno kemudian berkembang menjadi pemasok roti terbesar untuk restoran dan hotel di kawasan utara Pulau Lombok, termasuk distribusi rutin ke Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Kesuksesan ini muncul berkat pembagian peran yang jelas antara Nora dan suaminya.

“Saya bagian manajemen dan accounting, sementara suami fokus di produksi. Beliau ini chef bakery bersertifikat, chef CDP bakery,” jelasnya.

Kombinasi manajemen rapi dan keahlian teknis itulah yang mendorong Reno tumbuh pesat.

Reno Cafe kini menjadi salah satu tempat nongkrong populer di daerah Tanjung, berada di sisi lapangan yang segera bertransformasi menjadi Alun-Alun Lombok Utara. Sementara itu, Reno Bakery tetap menjadi pusat produksi yang memasok roti segar setiap hari ke berbagai hotel dan restoran.

“Keunggulan kami itu roti selalu fresh. Tidak ada yang disimpan lebih dari satu malam. Roti yang dibuat malam, pagi sudah dikirim dan langsung habis,” ujar Nora.

Untuk menjaga kualitas rasa, Reno bahkan memproduksi raginya sendiri.

Dengan kapasitas pemakaian tepung mencapai 2–3 ton per bulan, Reno Bakery mampu menghasilkan sekitar 150 kilogram roti setiap hari. Harga produk pun tetap terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per buah untuk varian spesial seperti abon dan double impact.

Tim produksi Reno terdiri dari lima pegawai tetap, delapan trainee, serta tim khusus di Gili Trawangan yang menangani stok harian. Di cafe, lima karyawan melayani pelanggan yang ingin menikmati aneka menu khas Reno. Seluruh olahan diproduksi menggunakan SOP ketat demi menjaga konsistensi rasa.

Kini, Reno tidak hanya dikenal sebagai penyedia roti segar, tetapi juga simbol ketekunan dan semangat bangkit pascabencana. Dari sebuah donat seribu rupiah, Reno menjelma menjadi kebanggaan kuliner Lombok Utara dan wangi rotinya terus menyebarkan kisah perjuangan yang tak pernah padam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....