Festalora 2025 Jadi Ruang Ekspresi Sastra Lokal
- 31 Okt 2025 08:58 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Geliat dunia sastra kembali terasa di Lombok Utara. Melalui Festival Sastra Lombok Utara (Festalora) 2025, semangat literasi dan ekspresi seni kembali hidup di tengah masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, 23–25 Oktober 2025, kegiatan yang digagas oleh Sanggar Anak Gunung (SAG) itu menghadirkan suasana kebudayaan yang hangat dan penuh inspirasi.
Ketua Panitia Festalora 2025, Syariff Amd.AK, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadi bukti tumbuhnya minat terhadap dunia sastra di kalangan masyarakat, pelajar, hingga seniman lokal.
“Alhamdulillah cukup sukses melihat dari antusias peserta yang hadir dan keterlibatan mereka dalam diskusi maupun seminar. Banyak juga yang bersedia tampil di acara malam hari,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama pelaksanaan festival ini adalah memperkenalkan sastra kepada masyarakat yang sebagian besar belum akrab dengan dunia literasi.
“Masih banyak yang belum mengenal sastra di KLU, itu tantangan kami. Tapi kami terus berusaha agar sastra hidup dan berkembang di daerah ini,” tambahnya.
Beragam agenda menarik turut mewarnai Festalora 2025, mulai dari diskusi bertema Daya Besar Kota Kecil, bedah buku Bilai karya De Galih Mulyadi, forum Sastra di Lombok Utara dan Suatu Kemungkinan, hingga diskusi buku Topeng Labuapi.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, yang hadir dan menutup secara resmi kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para pegiat literasi. Ia menyebut kegiatan seperti Festalora memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya membaca dan menulis di daerah.
“Alhamdulillah malam ini adalah malam puncak Festalora yang diselenggarakan oleh SAG. Ini kegiatan yang tidak banyak orang bisa laksanakan karena tidak populer di masyarakat, tapi talenta kita ada. Insyaallah tahun depan, silakan koordinasi dengan kami, kita buat festival ini lebih besar lagi,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan masyarakat agar gerakan sastra tidak berhenti di tengah jalan.
“Pegiat sastra itu orang-orang khusus, satu di antara sekian ribu penduduk kita. Kalau tidak kita dukung, kegiatan seperti ini bisa berhenti,” tegasnya.
Festalora 2025 menjadi momentum penting bagi para pegiat literasi Lombok Utara untuk memperkuat eksistensi karya sastra lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas generasi dan komunitas seni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....