RRI Mataram Adakan DLS di Penginang Lombok Artshop
- 23 Okt 2025 15:43 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Tengah: Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram mengadakan Dialog Luar Studi (DLS) yang berlokasi di Penginang Lombok Artshop, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Acara ini merupakan kolaborasi antara RRI Mataram dengan Owner (pemilik) Penginang Lombok Artshop untuk mempromosikan potensi tenun songket agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Acara DLS ini mengundang Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Nur Aulia yang diwakilkan Sekdis Pariwisata NTB, Benmulki, Budayawan NTB, Papuq Bawang, dan Owner Penginang Lombok Artshop. Pada sesi pelaksanaan DLS tersebut, Benmulki memberikan apresiasi kepada RRI Mataram yang mengadakan DLS, karena hal ini menunjukkan komitmen RRI Mataram untuk terus dekat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Terkait dengan dialog pada pagi hari ini, saya sangat mengapresiasi RRI Mataram karena terus berinovasi untuk mengadakan siaran di luar seperti saat ini, dan saya rasa ini adalah hal yang dinantikan masyarakat karena dapat lebih dekat dengan masyarakat," jelas Benmulki, Kamis (23/10/2025).
Benmulki menerangkan bahwa perlu tiga upaya untuk terus memasarkan dan memperkenalkan tenun NTB di tengah masyarakat. Upaya yang harus dilakukan yaitu branding, advertising, dan selling.
"Perlu tiga upaya yang perlu dilakukan agar tenun NTB ini semakin terkenal, yaitu pertama branding, gimana cara kita membuat tenun NTB ini semakin menarik. Kedua, Advertising, terkait cara kita mempromosikan tenun NTB menggunakan berbagai strategi. Kemudian yang terakhir selling. Tentunya ketiga hal ini menjadi poin yang tidak bisa terpisahkan," jelasnya.
Sementara itu, Mawardi, Owner Penginang Lombok Artshop, menerangkan bahwa berbagai pihak, termasuk dari pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengajarkan artshop di NTB, termasuk Penginang Lombok Artshop, untuk membuat sesuatu yang awalnya biasa biasa menjadi luar biasa.
"Jadi, diversifikasi kain tenun songket untuk menjadi sebuah fashion (seperti baju, sarung, dan lain sebagainya). Kami juga mendapat ilmu tentang berbagai motif, agar fashion dari kain tenun ini bisa masuk ke berbagai kalangan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....