Coklat Ankrella Dorong Pemberdayaan Petani dan Tetangga

  • 18 Okt 2025 07:25 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Berawal dari kebutuhan konsumen yang kerap menanyakan keberadaan coklat khas Lombok, Irma Firmana, pendiri Coklat Lombok Ankrella, mulai beralih dari coklat blok toko ke bahan baku lokal.

“Awalnya kami pakai coklat batangan yang dijual di toko. Tapi lama-kelamaan, konsumen mulai bertanya, ‘Ada nggak coklat Lombok?’ Dari situ saya mulai mencari bahan lokal,” ujarnya saat sesi wawancara di ruangan Pro 1 RRI Mataram, Jum’at (17/10/2025).

Irma melihat potensi besar dalam kakao lokal, tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga fleksibilitas dalam pengolahan. Dengan bahan asli Lombok, ia bisa mengatur komposisi, kadar gula, dan varian rasa sesuai kebutuhan pasar.

“Kita bisa atur persentase kakao, gulanya bisa diganti dengan yang lebih sehat. Itu jadi nilai tambah,” jelasnya.

Tak hanya soal bahan, Irma juga aktif memberdayakan SDM lokal. Ia melibatkan tetangga sekitar untuk membantu produksi dan kegiatan promosi, termasuk saat mengikuti bazar. “Saya juga mulai merintis kemitraan dengan petani dan pedagang lokal, seperti penjual pisang goreng. Kulit pisangnya kami olah jadi kukis,” katanya.

Dalam membangun semangat kerja, Irma menekankan pentingnya rasa kebersamaan dan manfaat sosial. “Kami ingin usaha ini tumbuh bersama mereka. Bukan hanya soal bisnis, tapi juga memberi manfaat untuk orang lain,” tuturnya.

Soal kriteria, Irma mengutamakan kejujuran dan loyalitas. “Kami cari yang mau tumbuh bersama, bukan yang datang lalu pergi. Kalau punya keterampilan, seperti tata boga atau digital marketing, itu jadi nilai tambah,” tutupnya.

Coklat Lombok Ankrella kini bukan sekadar produk oleh-oleh, tapi juga simbol kolaborasi antara pelaku usaha dan komunitas lokal yang saling menguatkan.

Penulis: Anisah Chahyani Putri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....