UMKM Inovatif Menuju Pemasaran Digital Tema Pengabdian ke Masyarakat Internasional
- 13 Sep 2024 13:58 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Salah satu pilar Tridarma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada Masyarakat yang tercantum dalam Pasal 20 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan tersebut secara tegas menyatakan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penyelenggaraan tridarma yang baik dan berdampak tinggi menjadi indikator kualitas akademik suatu perguruan tinggi. Keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu berbasis pada keunggulan dan kebutuhan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi tidak hanya ditujukan untuk penerima manfaat, namun bagi Perguruan Tinggi penyelenggaraan PkM menjadi persyaratan untuk akreditasi (standar mutu). PkM level internasional dilaksanakan dengan menghadirkan partner pengabdian yang berasal dari luar negeri, baik pengabdi atau mitra pengabdian. Saat ini, PkM level internasonal menjadi persyaratan pokok untuk mencapai akreditasi unggul.
Bagi Perguruan Tinggi Vokasi seperti Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk mencapai akreditasi unggul. Oleh karena itu, PKN STAN bermitra dengan Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka, FEB Universitas Mataram, FEB Universitas Trisakti, Politeknik STIA LAN Bandung dan Lembaga Dana Kerjasama dan Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian Aid melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari Gachon University, Korea Selatan yaitu Prof So Jin Kwang. Di samping itu, acara ini menghadirkan peserta dari Finlandia, Malaysia, Jepang dan Philipina, serta para akademisi lokal.
Kegiatan kolaborasi dalam PkM Internasional ini dilaksanakan di Aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mataram, Jumat, (13/9/2024). PkM internasional ini merupakan rangkaian dari penyelenggaraan Public Sector International Conference (PSIC) 2024, yang digelar pada 11-12 September 2024 di Hotel Aruna, Senggigi, Nusa Tenggara Barat. Acara PkM internasional ini diikuti oleh 70 peserta UMKM binaan Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan dan jajran pejabat Kemenkeu Provinsi Nusa Tenggara Barat, pejabat dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, serta jajaran perwakilan dari Universitas mitra.
Tema PkM internasional adalah UMKM inovatif menuju Pemasaran Digital. Tema ini relevan dengan kondisi UMKM yang masih menemui kendala dalam pemasaran, penguasaan teknologi dan pendanaan. Kendala tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya kreativitas dan sikap inovatif dari pelaku UMKM. Tanpa adanya kreativitas dan cara berfikir inovatif, akan sangat sulit bagi wirausaha membangun UMKM yang memiliki Unique Selling Point (USP) untuk produk yang dimiliki. Merujuk pada keterbatasan UMKM tersebut, materi PkM ini terdiri dari; (1) Pemberian Materi Inovasi dan Kewirausahaan oleh Narasumber Luar Negeri; (2) Pelatihan Pemasaran Digital oleh Dandy Consulting; (3) Pelatihan pembukuan keuangan oleh Tim Antzman; (4) Pembuatan katalog produk UMKM untuk dipasarkan ke: (a) Peserta konferensi PSIC, (b) Jajaran pejabat dan pegawai Kantor Perwakilan Kemenkeu Provinsi Nusa Tenggara Barat, (c) Peserta kegiatan Pemberdayaan UMKM; (5) MiniBazaar UMKM. Bazaar ini bertujuan agar UMKM memasarkan produknya pada saat acara dilangsungkan.
Kegiatan Pengabdian ini bertujuan membangun pola pikir UMKM supaya siap menghadapi persaingan dan dinamika pasar yang terus berubah. Pola pikir kewirausahaan atau entrepreneurship sebagai pondasi untuk membangun UMKM yang inovatif dan kreatif. Selanjutnya setelah memaksimalkan upaya dengan inovasi dan pemasaran digital, UMKM memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak untuk dapat bersaing di pasar global. Sinergi global menjadi kunci utama dalam membantu UMKM untuk naik kelas. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, tidak mungkin lagi bagi UMKM untuk berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang.
Penting untuk memperkuat kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan—baik di tingkat lokal maupun global. Melalui sinergi ini, kita dapat menyediakan berbagai bentuk dukungan seperti akses ke pasar internasional, pelatihan dan pengembangan keterampilan, serta akses ke teknologi dan inovasi. Selain itu, sinergi global juga membuka peluang bagi UMKM untuk berbagi pengalaman, belajar dari praktik terbaik, dan memperluas jaringan bisnis mereka.
Acara Pengabdian kepada Masyarakat ini hadir sebagai wujud sinergi dari pihak sponsorship antara lain PT Pegadaian dan PT Antzman. Sinergi antar institusi lokal dan global antara pemerintah, perguruan tinggi, Lembaga internasional, Lembaga swasta dan BUMN untuk meningkatkan inovasi UMKM untuk dapat memperluas jaringan dengan pemasaran digital dan memperkuat usaha. Pada akhirnya kesejahteraan UMKM yang menjadi tujuan utama, untuk mendapatkan ekonomi Indonesia maju dan makmur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....