Pembatasan TPA Kebon Kongok Sebabkan Lonjakan Sampah di TPS Sandubaya

  • 24 Apr 2025 18:26 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Lombok Barat selama tujuh hari terakhir membawa dampak nyata terhadap pengelolaan sampah di Kota Mataram. Volume sampah yang menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya tercatat melonjak drastis, menembus angka 1.000 ton lebih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram,H.Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kondisi ini. “Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin sampah meluber ke jalanan dan lingkungan sekitar TPS Sandubaya,” tegasnya Kamis (24/4/2025).

Selama penutupan TPA Kebon Kongok, Kota Mataram hanya diberi kuota pembuangan satu ritase atau sekitar 50 dump truck ke TPA. Padahal dalam kondisi normal, Mataram biasa mengirimkan hingga tiga ritase per hari. Akibatnya, dua ritase sisanya sekitar 100 dump truckterpaksa dialihkan ke TPS Sandubaya.

"Kondisi ini memperberat beban TPS yang sejatinya hanya bersifat penampungan sementara, bukan untuk pengolahan jangka panjang." kata Denny.

Untuk mengatasi darurat ini, DLH Kota Mataram bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah merancang solusi alternatif dengan menyewa lahan kosong di sekitar TPA Kebon Kongok.

Lahan seluas 6.000 meter persegi tersebut akan dijadikan tempat pembuangan sementara (TPS darurat) dengan daya tampung yang diperkirakan cukup untuk menahan limpahan sampah selama lima hingga enam bulan ke depan.

“Skema pembiayaan sewa lahan akan dibagi tiga antara Kota Mataram, Lombok Barat, dan Pemerintah Provinsi NTB. Tapi detail pembagiannya masih dalam proses pembahasan,” jelasnya.

Denny juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya pengurangan volume sampah. “Kami sangat berharap partisipasi warga untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah. Cara ini terbukti efektif mengurangi beban pembuangan ke TPA,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....