Cegah Karhutla, Empat Jalur Pendakian Tambora Ditutup
- 02 Sep 2026 05:16 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Empat jalur pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora resmi ditutup sementara mulai 1 September 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Abdul Muis melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Nurul Huda mengatakan, penutupan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya calon pendaki dan pelaku wisata yang biasa melakukan aktivitas di kawasan Taman Nasional Tambora.
Berdasarkan pengumuman Balai Taman Nasional Tambora, penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Empat jalur yang ditutup sementara yakni Jalur Piong, Jalur Kawinda To’i, Jalur Pancasila, dan Jalur Doro Ncanga.
Nurul Huda menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Selain mencegah terjadinya kebakaran, penutupan juga ditujukan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan konservasi serta menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Tambora.
"Penutupan jalur pendakian ini perlu dipatuhi masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran, sekaligus untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan," kata Nurul Huda.
Selama masa penutupan, aktivitas pendakian melalui empat jalur tersebut tidak diperkenankan. Petugas juga akan meningkatkan pengamanan dan pengawasan kawasan, termasuk patroli pencegahan karhutla serta pengendalian akses pada pintu-pintu masuk jalur pendakian.
"Kami mengimbau masyarakat, calon pendaki, operator wisata, pemandu maupun porter untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian selama kebijakan penutupan masih berlaku," ujarnya menegaskan.
Masyarakat juga diharapkan turut membantu pemerintah dan petugas dengan menjaga kawasan hutan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Pembukaan kembali jalur pendakian nantinya akan mempertimbangkan hasil evaluasi tingkat risiko kebakaran, perkembangan kondisi musim kemarau, kondisi lapangan serta arahan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
Dengan kebijakan tersebut, masyarakat diminta menunggu informasi resmi sebelum kembali melakukan aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....