Damkarmat Bima Perkuat Mitigasi Kebakaran lewat Edukasi Warga
- 25 Agt 2026 21:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memperkuat langkah mitigasi untuk menekan risiko terjadinya kebakaran di tengah masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran, cara mencegahnya hingga langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bima, Ruslan, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting yang terus dilakukan pihaknya.
Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga menyasar masyarakat secara langsung melalui berbagai kegiatan pemerintah daerah, termasuk program Selasa Menyapa.
"Yang kami lakukan sekarang lebih banyak pada upaya pencegahan. Masyarakat kami berikan pemahaman tentang apa yang menjadi penyebab kebakaran, bagaimana mencegahnya, dan apa yang harus dilakukan apabila api mulai muncul," ujar Ruslan kepada RRI Bima, Selasa 25 Agustus 2026.
Menurutnya, langkah pencegahan menjadi sangat penting karena sebagian besar kejadian kebakaran bermula dari kelalaian atau ketidaktahuan masyarakat dalam menangani sumber api.
Karena itu, masyarakat tidak hanya diberikan informasi secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi api dalam skala awal.
Ruslan menjelaskan, Damkarmat juga memberikan simulasi kepada masyarakat agar mereka memiliki kemampuan dasar dalam menangani kebakaran sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
"Jadi bukan sekadar kami datang memberikan penyuluhan, tetapi masyarakat juga kami ajarkan melalui simulasi. Mereka harus tahu bagaimana cara menghadapi api pada tahap awal sehingga tidak langsung berkembang menjadi kebakaran besar," jelasnya.
Selain memperkuat edukasi, Damkarmat Kabupaten Bima juga tengah membentuk relawan di setiap desa. Program tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang 2026 dengan tujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya penanganan kebakaran.
Relawan yang dibentuk nantinya akan mendapatkan pembinaan langsung dari Damkarmat. Mereka akan diberikan pengetahuan sekaligus keterampilan dasar mengenai penanganan kebakaran.
"Relawan ini nantinya menjadi bagian penting di desa masing-masing. Kami akan memberikan pembinaan, pengetahuan dan keterampilan agar mereka mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran," katanya.
Keberadaan relawan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. Sebab, lokasi kebakaran yang berada di desa terkadang membutuhkan waktu bagi petugas untuk tiba di lokasi.
Dengan adanya relawan yang telah dibekali kemampuan dasar, penanganan awal dapat dilakukan sembari menunggu kedatangan petugas Damkarmat.
Ruslan menegaskan, persoalan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mencegah kebakaran sejak sumber api pertama kali muncul.
"Penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tugas Damkarmat. Ini merupakan tanggung jawab bersama, sehingga partisipasi masyarakat harus terus kita tingkatkan, terutama dalam mencegah dan menangani api sejak awal," tegasnya.
Ia berharap program pembentukan relawan di setiap desa dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap wilayah nantinya memiliki masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Damkarmat juga akan terus melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di lapangan.
Menurut Ruslan, pendekatan langsung dinilai penting karena masyarakat dapat berinteraksi dengan petugas, menyampaikan persoalan yang dihadapi sekaligus mendapatkan contoh nyata mengenai cara mencegah maupun menangani kebakaran.
Ia menambahkan, kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan awal sangat menentukan. Jika api kecil dapat segera dikendalikan dengan cara yang tepat, potensi kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan.
"Kalau masyarakat mengetahui cara mengantisipasi api sejak awal, peluang untuk mencegah kebakaran menjadi lebih besar. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan dasar ini harus terus kami tanamkan kepada masyarakat," pungkas Ruslan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....