Gempa NTT Terasa hingga Bima, Warga Panik Keluar Rumah

  • 15 Agt 2026 06:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi tadi. Guncangan gempa tersebut turut dirasakan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah maupun tempat kos.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau 05.58 WITA. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur.

Guncangan yang berlangsung cukup lama membuat warga di sejumlah wilayah Bima panik. Sebagian warga memilih keluar dari bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya guncangan susulan.

Salah seorang warga Bima, Rito (18), mengaku merasakan guncangan yang sangat kuat dan berlangsung cukup lama. Saat gempa terjadi, dirinya bersama sejumlah rekannya yang berada di rumah kontrakan langsung berhamburan keluar.

“Gempa sangat besar, panjang dan lama. Kami langsung lari keluar karena panik,” ujar Rito.

Menurut Rito, kepanikan kembali terjadi setelah guncangan pertama berhenti. Warga kembali merasakan guncangan sehingga mereka memilih tetap berada di luar bangunan.

"Setelah berhenti, kami masuk lagi. Tidak lama kemudian terasa lagi, sehingga kami kembali lari keluar," kata Rito.

Pantauan RRI Bima, sejumlah penghuni kos di sekitar Kampo Wera juga terlihat panik dan berhamburan keluar dari kamar masing-masing. Sebagian warga bahkan terlihat histeris dan ketakutan akibat kuatnya guncangan yang dirasakan.

Warga kemudian memilih berkumpul di luar bangunan sambil menunggu situasi kembali aman. Mereka juga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah di sejumlah kecamatan untuk memastikan kondisi masyarakat setelah gempa.

“Kami masih koordinasi dengan pemerintah setempat dan sudah menurunkan tim untuk mengecek dampak kejadian gempa tadi,” kata Nurul Huda.

Gempa tersebut juga mendapat perhatian serius karena BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Berdasarkan informasi resmi BMKG, sejumlah wilayah masuk dalam status potensi tsunami, termasuk wilayah di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk wilayah NTB, BMKG mencantumkan status waspada untuk Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, serta Dompu bagian utara.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berstatus Waspada untuk menjauhi pantai dan tepian sungai sebagai langkah antisipasi.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima akibat guncangan gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari BMKG dan BPBD.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, kewaspadaan tetap diperlukan dengan memperhatikan kondisi sekitar dan segera menjauhi pantai apabila terdapat arahan evakuasi dari pihak berwenang.

Guncangan gempa M7,7 tersebut menjadi perhatian warga Bima karena terasa cukup kuat dan berlangsung lama, hingga membuat sejumlah penghuni rumah dan kos memilih keluar untuk menyelamatkan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....