Kami Bantu Salurkan Kurban Perdana di Desa Sangiang Wera

  • 31 Mei 2026 22:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha tahun ini menghadirkan sejarah baru bagi masyarakat Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Untuk pertama kalinya, sebuah lembaga filantropi berhasil menyalurkan hewan kurban ke wilayah yang selama ini dikenal sulit dijangkau tersebut.

Lembaga Filantropi Kami Bantu menetapkan Desa Sangiang sebagai salah satu titik prioritas penyaluran kurban tahun 2026.

Langkah ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat kurban hingga ke pelosok negeri yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses.

Direktur Utama Kami Bantu, Mega Oktaviany, mengatakan pemilihan Desa Sangiang didasarkan pada kondisi geografis wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dan memiliki tantangan akses transportasi yang cukup berat.

"Desa Sangiang kami pilih bukan karena alasan seremonial, tetapi karena masyarakat di sini benar-benar membutuhkan perhatian. Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Idul Adha dan manfaat kurban dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh warga yang tinggal di wilayah terpencil," ujarnya.

Menurut Mega, filantropi tidak hanya berbicara tentang memberi, tetapi juga keberanian menjangkau masyarakat yang selama ini berada di luar jangkauan distribusi bantuan.

"Kami berupaya menghadirkan program yang mampu menembus berbagai hambatan geografis demi memastikan manfaat kurban sampai kepada masyarakat yang berhak menerima," ucapnya menegaskan.

Sementara itu, Direktur Regional Timur Kami Bantu, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa proses distribusi ke Desa Sangiang membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang matang. Tantangan medan dan jarak tempuh yang cukup jauh menjadi bagian dari upaya yang harus dilalui agar program dapat terlaksana dengan baik.

"Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Namun bagi kami, jarak dan kondisi geografis bukan penghalang untuk menghadirkan kepedulian. Justru wilayah-wilayah seperti inilah yang harus menjadi perhatian utama," jelasnya.

Kehadiran program kurban tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Ketua DKM Safinatunajah Desa Sangiang, Feri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warga desanya.

"Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami menerima penyaluran kurban dari lembaga filantropi. Selama ini belum pernah ada program seperti ini yang masuk ke Desa Sangiang. Kami sangat bersyukur dan merasa diperhatikan," ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai elemen warga dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Para pemuda desa turut mengambil peran aktif untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Program kurban perdana ini tidak hanya menghadirkan daging kurban bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang mampu menembus batas-batas geografis. Bagi warga Desa Sangiang, momentum tersebut menjadi catatan bersejarah sekaligus harapan bahwa perhatian terhadap wilayah terpencil akan terus berlanjut di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....