Idul Adha di Lambu, Ini Pesan Penting Bupati Bima

  • 28 Mei 2026 07:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Temba Romba, Desa Rato, Kecamatan Lambu, Rabu 27 Mei 2016.

Pelaksanaan shalat Id berlangsung khidmat dengan mengangkat tema "Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS Dalam Semangat Maja Labo Dahu Menuju Bima Bermartabat"

Bertindak sebagai imam shalat Id yakni Sudirman Ibnu, S.Pd, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pdi.

Shalat Idul Adha tersebut dihadiri langsung Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil Sape-Lambu, para kepala OPD, pejabat struktural dan fungsional lingkup Pemkab Bima, Camat Lambu Muaidin, S.Pd., MM, unsur Muspika, tokoh agama, tenaga pendidik, hingga masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa Kabupaten Bima saat ini tengah menjalani perjalanan besar menuju daerah yang bermartabat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan moral dan karakter masyarakat.

“Hari ini Kabupaten Bima sedang berada dalam perjalanan besar sejarahnya. Kita sedang membangun daerah ini menuju Bima yang bermartabat,” ujar Bupati di hadapan jamaah.

Bupati menekankan, pembangunan sejati adalah pembangunan manusia secara utuh, termasuk pembangunan hati, akhlak, budaya malu, dan budaya tanggung jawab di tengah kehidupan masyarakat.

“Pembangunan sejati bukan hanya jalan yang dibangun atau gedung yang berdiri, tetapi pembangunan hati, pembangunan akhlak, serta budaya tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menyebut tema Idul Adha tahun ini menjadi pengingat moral bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk terus menata masa depan Kabupaten Bima dengan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Dr. Abdul Munir menyoroti berbagai persoalan moral yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari tindak kekerasan hingga pengaruh negatif media sosial yang dinilai berdampak terhadap menurunnya nilai moral dan rasa malu.

“Kehancuran moral berakar dari krisis iman, hilangnya keteladanan, serta pola hidup materialistis dan hedonis,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk kembali meneladani Nabi Ibrahim AS sebagai sosok yang taat, ikhlas, dan teguh dalam menjalankan perintah Allah SWT demi menciptakan perubahan yang lebih baik di tengah masyarakat.

Menutup khutbahnya, Dr. Abdul Munir mengajak masyarakat mengambil hikmah dari ibadah kurban, di antaranya menanamkan prasangka baik kepada Allah SWT, tidak berkompromi terhadap kebatilan, serta terus menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....