Bangunan Pengolahan Sampah di Bima Ludes Terbakar

  • 11 Mei 2026 10:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Musibah kebakaran melanda bangunan pengolahan sampah milik Pemerintah Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.10 Wita tersebut menghanguskan satu unit bangunan berukuran 8 x 10 meter beserta seluruh isi di dalamnya.

Peristiwa kebakaran itu terjadi di RT 12/RW 02 Dusun Kore, Desa Nggembe. Bangunan tersebut diketahui ditempati oleh seorang warga bernama A. Bakar Ismail (58), seorang petani asal Dusun Kore, Desa Nggembe.

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari kelalaian saat memasak menggunakan kayu bakar.

"Api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan akibat tiupan angin kencang yang terjadi di lokasi kejadian," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, Senin 11 Mei 2026.

Warga yang mengetahui adanya kebakaran langsung berupaya memadamkan api secara manual. Namun kobaran api terus membesar hingga melahap seluruh bangunan pengolahan sampah beserta isinya.

Tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Bolo bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api secara total setelah berjibaku beberapa waktu di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak satu kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.

"Api berhasil dipadamkan secara total oleh Tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Bolo dibantu masyarakat setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ucapnya menegaskan.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta. Selain bangunan pengolahan sampah yang hangus terbakar, sejumlah peralatan dan isi bangunan juga tidak dapat diselamatkan.

Saat ini BPBD Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan Camat Bolo, aparat TNI-Polri, pemerintah desa, serta dinas terkait untuk penanganan darurat dan proses pendataan dampak kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan berbagai ancaman bencana lainnya seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan permukiman, hingga wabah penyakit," kata Nurul Huda.

Korban kebakaran saat ini membutuhkan bantuan tanggap darurat untuk meringankan beban pasca musibah yang terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....