Sekolah 3T di Suela Belum Nikmati Program Makan Bergizi
- 08 Mei 2026 18:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum dirasakan oleh siswa di SD Negeri 4 Selaparang dan SMP Negeri 1 Satu Atap Suela yang berada di RT Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Hal ini sudah berlangsung sekitar setahun.
Salah seorang guru di sekolah tersebut, Iman membenarkan bahwa para siswa di sekolah itu belum pernah menikmati program MBG sejak diluncurkan.
“Program ini anak-anak kami di sini belum pernah merasakan MBG,” ujarnya Jumat, 8 Mei 2026.
Iman mengaku merasa sedih ketika melihat sekolah lain sudah menerima distribusi MBG menggunakan mobil dapur SPPG, sementara siswa di sekolah tempatnya mengajar belum mendapatkan program tersebut. “Sedih saya karena hanya kita yang belum dapat,” katanya.
Ia juga menceritakan, sempat suatu ketika sebuah mobil masuk ke lingkungan sekolah dan membuat para siswa berharap makanan MBG akhirnya datang. Namun ternyata mobil tersebut adalah kendaraan kepala sekolah.
“Sempat anak-anak sudah bangga, tapi memang sering anak-anak bertanya ke kami kapan kita dapat MBG. Kalau sekarang sudah bosan anak-anak bertanya soal MBG ini,” tutur Iman.
Menurutnya, hingga saat ini pihak sekolah belum mengetahui alasan pasti belum tersalurkannya MBG, padahal lokasi dapur SPPG dinilai tidak terlalu jauh dari sekolah tersebut. Iman mengakui akses menuju sekolah memang cukup sulit.
Selain berada jauh dari desa induk dan pusat kecamatan, kondisi jalan menuju lokasi juga rusak parah. Meski demikian, sekitar 70 siswa dari tingkat SD dan SMP tetap menjalani aktivitas belajar setiap hari.
“Kami akui sudah ada beberapa dapur yang meminta data anak-anak di sini, tapi setelah itu hilang tidak ada kabar, mungkin karena alasan jauh dan akses jalan yang rusak,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Tugas (PLT) UPTD Dikbud Kecamatan Suela, Mohamad Sakban mengatakan sekolah tersebut masuk dalam kategori MBG daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sehingga bukan termasuk sekolah reguler penerima program. Ia mengaku telah berupaya mengomunikasikan agar kebutuhan siswa di wilayah Lendang Belo dapat diakomodasi sementara melalui dapur terdekat.
“Ya, karena SD itu masuk kategori MBG 3T bukan reguler, namun demikian komunikasi saya dengan pimpinan boleh untuk sementara masuk ke dapur terdekat atau yang membutuhkan,” kata Sakban.
Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan MBG 3T maupun tindak lanjut dari usulan tersebut. “Mohon maaf, belum ada informasi dari pimpinan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....