Layanan Perpustakaan Keliling di Lotim Terbatas, Wilayah 3T Belum Terjangkau
- 27 Apr 2026 08:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpusda) Lombok Timur (Lotim) mengakui bahwa pelayanan perpustakaan keliling ke sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) masih belum optimal. Daerah seperti Sembalun, Sambelia, dan Pringgabaya hingga kini belum sepenuhnya tersentuh layanan tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim, Sunrianto, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Menurutnya, operasional perpustakaan keliling sangat bergantung pada dukungan dana, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Pelayanan perpustakaan keliling ini sangat bergantung pada anggaran. Tanpa dukungan dana, tentu sulit untuk berjalan maksimal,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa anggaran BBM yang tersedia saat ini hanya sebesar Rp 400 ribu per bulan untuk dua unit kendaraan operasional. Dengan jumlah tersebut, layanan perpustakaan keliling yang dilakukan hingga 16 kali dalam sebulan belum mampu menjangkau daerah-daerah yang jauh seperti Sembalun.
Kondisi keterbatasan anggaran ini juga berdampak pada penurunan target layanan. Jika sebelumnya jumlah layanan perpustakaan keliling mencapai lebih dari 130 kali dalam setahun, kini ditargetkan hanya sekitar 120 kali.
Selain faktor anggaran, belum adanya perjanjian kerja sama (PKS) dengan sekolah maupun Taman Baca Masyarakat (TBM) di daerah terpencil turut menjadi penghambat. Hal ini menyebabkan layanan belum bisa menjangkau wilayah-wilayah tersebut secara optimal.
Meski demikian, dari sisi sarana, pihak Arpusda memastikan kendaraan operasional sebenarnya telah siap untuk melayani seluruh wilayah di Lombok Timur. Selama ini, masyarakat, pelajar, dan mahasiswa dari daerah terpencil yang membutuhkan akses bacaan masih harus datang secara mandiri untuk meminjam buku.
Sebagai solusi sementara, Sunrianto menyarankan agar masyarakat di daerah terpencil dapat melakukan peminjaman buku secara kolektif. Cara ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan waktu peminjaman yang lebih lama dibandingkan layanan perpustakaan keliling.
“Lebih baik pinjam secara kolektif, karena waktunya lebih lama dan lebih efisien,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....