Semangat Kartini di NTB: Akses Pendidikan Perempuan Dinilai Kian Setara

  • 20 Apr 2026 12:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Menyambut peringatan Raden Ajeng Kartini 21 April 2026, Program Beranda Astacita Pro 1 RRI Mataram mengangkat isu kesetaraan pendidikan perempuan dalam dialog bertema “Melanjutkan Perjuangan Kartini, Apakah Pendidikan Sudah Setara?”, Senin 20 April 2026.

Dialog yang berlangsung, Senin 20 April 2026, pukul 10.00–11.00 WITA ini menghadirkan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Heny Murdianti, S.Ag. Acara ini mendapat respons aktif dari para pendengar setia RRI.

Dalam pemaparannya, Heny menyampaikan bahwa kondisi pendidikan perempuan saat ini telah jauh berkembang dibandingkan masa perjuangan Kartini pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika perempuan masih dibatasi ruang geraknya dan tidak memiliki akses pendidikan yang memadai.

“Dulu perempuan lebih banyak dipingit dan tidak memiliki kebebasan menentukan masa depan, berbeda dengan laki-laki yang bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya,” jelasnya.

Ia menegaskan, semangat perjuangan Kartini masih sangat relevan hingga kini, terutama dalam mendorong kesetaraan akses pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi batasan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan, khususnya di Lombok Barat dan secara umum di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Heny juga menekankan bahwa pendidikan harus menjadi alat pembebasan bagi perempuan, dalam arti membangun pola pikir kritis, kreatif, dan berdaya saing, tanpa melanggar norma sosial yang berlaku.

Selain itu, perempuan juga didorong untuk menyadari peran strategisnya, tidak hanya dalam ranah domestik, tetapi juga di ruang publik, terutama dalam mencetak generasi yang berkualitas.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, mereka harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan wawasan,” tambahnya.

Melalui dialog ini, disimpulkan bahwa akses pendidikan bagi perempuan di NTB sudah semakin setara dengan laki-laki, meskipun tantangan dalam peningkatan kualitas dan kesadaran peran masih perlu terus diperkuat. (RRI/Joe)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....