Waduh! 698 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Bima
- 14 Mar 2026 10:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima – Banjir kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat 13 Maret 2026 petang hingga malam. Akibatnya, ratusan rumah warga, lahan pertanian, serta akses jalan terdampak genangan air.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, banjir terjadi di empat desa yakni Desa Rato, Desa Simpasai, Desa Sumi, dan Desa Soro.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda menjelaskan, banjir dipicu oleh derasnya aliran air dari pegunungan yang menyebabkan sungai dan drainase tidak mampu menahan debit air sehingga meluap ke permukiman warga.
“Luapan air dari sungai dan drainase yang tidak mampu menahan debit air menyebabkan sejumlah permukiman, jalan raya, serta lahan pertanian warga terendam banjir,” ujarnya.
Di Desa Rato, banjir terjadi sekitar pukul 18.05 Wita dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Sebanyak 36 kepala keluarga atau 115 jiwa terdampak dengan 36 unit rumah terendam. Selain itu, akses jalan provinsi dan jalan permukiman sempat terganggu. Saat ini kondisi banjir mulai berangsur surut dan warga melakukan pembersihan lumpur.
Sementara di Desa Simpasai, banjir yang terjadi pada waktu yang sama menyebabkan sekitar 3 hektare lahan pertanian terendam. Genangan air juga sempat menutup akses jalan di wilayah tersebut.
| Baca juga: Rumah Panggung di Lambu Bima Hangus Terbakar |
Banjir dengan dampak paling besar terjadi di Desa Sumi sekitar pukul 18.25 Wita. Sebanyak 394 kepala keluarga atau 1.214 jiwa terdampak dengan total 394 unit rumah terendam yang tersebar di tiga RT, yakni RT 11, RT 12, dan RT 13. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
Selanjutnya di Desa Soro, banjir terjadi sekitar pukul 19.20 Wita akibat meluapnya aliran sungai dari daerah aliran sungai (DAS) Desa Rato. Sebanyak 268 kepala keluarga atau 847 jiwa terdampak dengan 268 unit rumah terendam di empat dusun, yakni Dusun Panta Paju, Dusun Moti, Dusun Oi Ncinggi, dan Dusun Oi Wontu. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 20 hingga 60 sentimeter.
Secara keseluruhan, banjir tersebut menyebabkan sebanyak 698 unit rumah warga terendam di Kecamatan Lambu. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
| Baca juga: PRKP Siapkan Dokumen Penataan Kalimango |
Saat ini banjir di sebagian wilayah mulai berangsur surut. Warga bersama aparat setempat melakukan pembersihan lumpur di rumah dan lingkungan masing-masing. Sementara lahan pertanian serta infrastruktur yang terdampak masih dalam proses pendataan.
BPBD Kabupaten Bima menyebut kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini berupa bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan.
Selain itu, BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan camat, aparat kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta dinas terkait untuk melakukan kaji cepat, pendataan, dan penanganan darurat di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta potensi bencana lainnya. Warga diminta segera melapor kepada BPBD, pemerintah desa, maupun aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di wilayahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....