Jelang Sahur, Amukan Api Ludeskan Rumah di Tarano
- 02 Mar 2026 14:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Keheningan dini hari di Dusun Trujung, Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 02.56 Wita, Senin 2 Maret 2026, dengan cepat membesar dan melahap dua unit rumah panggung hingga rata dengan tanah. Empat rumah lain di sekitarnya turut terdampak.
Api pertama kali dilaporkan warga kepada Regu 2 Zona Empang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa. Dalam hitungan menit, langit kampung pesisir itu memerah, disertai suara kayu terbakar dan teriakan warga yang berupaya menyelamatkan barang-barang seadanya.
Kepala Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, M.Si., mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima laporan.
“Pukul 03.10 Wita personel Zona Empang tiba di lokasi, disusul Regu 2 Zona Plampang pada pukul 03.30 Wita. Petugas segera melakukan pemadaman,” ujarnya.
Namun api terlanjur mengamuk. Dua rumah panggung milik H. Pacing/Farida dan Darfiah dilalap habis hingga 100 persen. Seluruh isi rumah tak terselamatkan. Struktur bangunan yang didominasi kayu serta embusan angin laut yang cukup kencang membuat si jago merah dengan mudah menjalar ke bangunan lain.
Bagian emper dua rumah di sekitar lokasi ikut terbakar, sementara lesplang atap dua rumah lainnya rusak diterjang panas dan percikan api. Warga yang panik berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum armada pemadam tiba.
Dugaan sementara, api berasal dari salah satu rumah yang sudah lama tidak ditempati pemiliknya, lalu merembet ke bangunan di sebelahnya. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tak hanya bangunan, sejumlah harta benda ikut menjadi arang. Satu unit sepeda motor, dua mesin perahu cepat, jaring penangkap ikan, hingga kayu bahan pembuatan sampan tak luput dari kobaran api. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel Damkartan dibantu anggota Koramil Tarano, aparat desa, serta warga setempat berjibaku melawan api selama lebih dari tiga jam.
“Berkat kerja keras petugas dan dukungan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilokalisasi sehingga tidak merembet lebih luas,” kata Sahabuddin.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun dua warga mengalami luka ringan akibat terkena seng saat bergotong royong membantu pemadaman. Keduanya telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.
Api baru benar-benar dinyatakan padam dan terkendali sekitar pukul 06.30 Wita. Saat fajar menyingsing, yang tersisa hanyalah puing-puing hitam dan kepulan asap tipis—menjadi saksi bisu amukan api yang menghanguskan harapan warga dalam sekejap. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman berbahan dasar kayu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....