PKK Kota Bima Dampingi Kelompok Usaha Produksi Mbohi Dungga
- 25 Feb 2026 12:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Tim Penggerak Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bima bersama Dinas Ketahanan Pangan melakukan pendampingan terhadap kelompok usaha Saleko Due, Kelurahan Dodu.
Pendampingan itu berupa pembinaan kepada kelompok Saleko Due dalam memproduksi mbohi dungga (sambal jeruk) khas Bima dengan baik dan teratur.
Ketua TP-PKK Hj Badrah Ekawati SE., S.Tr.Keb melalui Ketua Pokja 3, Intan Rahmoniar, S.PI menjelaskan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PKK (Pokja II dan III) serta Dinas Ketahanan Pangan dalam mengembangkan UMKM di Kota Bima.
Dia menyebut edukasi/pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi usaha mbohi dungga (sambal jeruk) yang baik dan tepat oleh kelompok usaha Saleko Due.
"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian PKK Kota Bima kepada kelompok usaha," ujar Intan Rahmoniar saat ditemui di Kelurahan Dodu, Rabu 25 Februari 2026.
Kala bertemu dengan kelompok usaha tersebut, Intan Rahmoniar dan tim memberikan pemahaman terkait cara pengelolaan mbohi dungga (sambal jeruk) dengan baik dan teratur.
"Pada dasarnya ini adalah pendampingan terkait keamanan pangan terhadap prodak mbohi dungga. Ketahanan pangan itu bagaimana aman dikonsumsi konsumen dan higienitasnya, mulai dari proses iris-iris sampai ke pengepakan," tambah Intan dalam momentum itu.
Sekedar diketahui, tim PKK Kota Bima juga memberikan bantuan botol kemasan untuk produksi mbohi dungga. Dengan adanya botol itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi sambal ciri khas masyarakat Bima itu.
"Kami juga menyerahkan bantuan botol kemasan kepada kelompok usaha Saleko Due. Besar harapan kami bantuan ini dapat bermanfaat," ucapnya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufron, S.Pd., M.Si menjelaskan kolaborasi ini sangat luar biasa dan hebat. Tujuan utamanya adalah menghidupkan UMKM masyarakat yang ada di Kelurahan.
"Tidak kalah pentingnya adalah keamanan pangan prodak khas daerah yang masih di pertahankan sejak turun temurun dan dinas ketahanan pangan memantau proses produksi," terangnya.
Dia mengakui memantau proses pengupasan sampai ke meja konsumsi. Terutama soal keamanan dan higienitas prodak pangan.
"Kita berharap prodak yang diproduksi sehat dikonsumsi dan kami juga mengharapkan kebersihan tempat produksi, proses pengemasan dan lainnya," cetusnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....