Diduga karena Petasan, Rumah Penjual Pertalite Ludes Terbakar

  • 22 Feb 2026 17:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Kebakaran melanda satu unit rumah batu yang difungsikan sebagai kios milik Suryati HS di Kelurahan Seketeng (Ai Awak), Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Minggu 22 Februari 2026 sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.23 Wita itu berhasil dipadamkan oleh jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa tanpa menimbulkan korban jiwa. Diduga kuat, kebakaran ini dipicu karena petasan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., menjelaskan, laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 16.32 Wita dari masyarakat setempat. Lima menit berselang, tepatnya pukul 16.37 Wita, tim peleton 1 Mako Damkartan tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

“Api dengan cepat membakar kios beserta isinya, karena di dalamnya terdapat bahan bakar minyak jenis pertalite yang disimpan dalam botol untuk dijual. Berkat kesigapan anggota dan bantuan masyarakat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya,” ujar Sahabuddin.

Dalam operasi tersebut, Damkartan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Unsur yang terlibat antara lain Komandan Regu dan anggota Satgas 1 Mako, komandan peleton, koordinator lapangan, Ketua RW, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar yang turut membantu proses pemadaman.

Sahabuddin mengungkapkan, berdasarkan kronologi di lapangan, api diduga berasal dari petasan yang mengenai bahan bakar minyak di dalam rumah yang juga difungsikan sebagai kios itu. Percikan api dengan cepat menyambar material mudah terbakar, sehingga kobaran api membesar dalam waktu singkat.

Akibat kejadian itu, satu unit sepeda motor dan sejumlah barang kelontong yang berada di dalam kios hangus terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

Sahabuddin memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Setelah api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman, petugas kembali ke markas komando pada pukul 17.00 Wita.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menjual bahan bakar minyak eceran, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk.

"Kami mengingatkan warga agar tidak menyimpan bahan mudah terbakar tanpa standar keamanan yang memadai. Potensi bahaya sangat besar jika terjadi percikan api, sekecil apa pun,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....