Kabar Gembira, Kabupaten Dompu Bakal Ada BNNK
- 16 Feb 2026 12:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Badan Narkotika Nasional (BNN) tak lama lagi akan meresmikan pembentukan 60 titik BNNK di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah yang berjulukan "Nggahi Rawi Pahu" bakal hadir Kantor BNNK baru di NTB. Dengan demikian, Dompu tidak lagi di bawah naungan BNNK Bima seperti yang terjadi selama ini.
Kepala BNNK Bima, Budi Suryono mengungkapkan Dompu merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran BNN pusat untuk dihadirkan kantor sendiri.
"Selamat buat Dompu yang akan segera berdiri BNNK sendiri, tidak lagi di bawah BNNK Bima," kata Budi Suryono.
Budi Suryono mengakui bahwa kehadiran BNNK Dompu disambut positif oleh pemerintah daerah. Terbukti dengan gerakan cepat untuk menyediakan lokasi dan tempat.
"Sudah ada dan tak lama lagi akan diresmikan," tegasnya.
Sekedar diketahui, Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam zona siaga narkotika hingga saat ini.
Dengan status siaga tentunya menjadi peringatan dini agar semua pihak terlibat dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.
Untuk mengatasi masalah peredaran barang berbahaya itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Bima memiliki sejumlah program strategis.
Rancangan itu diharapkan mampu memberikan pencegahan dini serta memperkuat pondasi kuat bagi masyarakat agar tidak terjerumus dalam kasus narkoba.
Budi Suryono menyebut bahwa wilayah NTB, khususnya Bima Raya (Bima-Dompu) menjadi salah satu tempat persebaran narkoba yang diduga kuat masuk dari berbagai wilayah.
Kata Budi, barang haram itu sangat membahayakan generasi bangsa terutama di wilayah Bima Raya. Oleh karena itu pihaknya memiliki strategi khusus untuk mencegah peredaran narkoba.
Termasuk membangun hubungan atau kerja sama yang kuat dengan semua instansi, baik itu pemerintahan, aparatur penegak hukum hingga seluruh lapisan masyarakat.
"Jadi kita punya beberapa program unggulan yang harus dilaksanakan tahun ini, seperti Ananda Bersinar dan Program Ikan (Integrasi Kurikulum Anti Narkotika," ujar Budi Suryono.
Untuk program Ananda Bersinar, pihaknya
menyasar paud, TK, SD SMP SMA dalam rangka bagaimana anak anak bisa memahami tentang bahaya narkotika. Lalu bagaimana cara menanggulangi nya, cara ketahanan diri mereka, bagaimana mereka bergaul dengan teman teman sebaya nya termasuk dengan pendekatan keluarga.
"Kami akan menjalankan program itu mencegah terjadinya peredaran narkoba ke depannya. Makanya kami perkuat sinergitas ke semua pihak untuk menangani masalah tersebut," ujarnya menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....