Hati-Hati!, Nomor WhatsApp Palsu Atas Nama Istri Pj Gubernur NTB
- 05 Jun 2024 09:55 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Baru-baru ini beredar kabar mengenai nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Nusa Tenggara Barat (PKK NTB) dengan nama akun "Lale Prayatni L.G Ariadi". Menanggapi kejadian ini, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Pj Ketua TP PKK NTB, Ir. Hj. Lale Prayatni, yang juga merupakan istri dari Pj Gubernur NTB.
Dalam pernyataan resmi Pj PKK NTB, yang sehari-hari akrab di sapa Bunda Lale itu mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dan segera melaporkan jika menerima pesan mencurigakan dari nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan dirinya tersebut.
“Jika Anda menerima pesan yang mencurigakan dari nomor WhatsApp palsu tersebut, segera lakukan cek dan ricek terlebih dahulu, bijak merespon dan jika sudah meresahkan serta mengarah pada penipuan agar dilaporkan kepada pihak berwenang. Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi keuangan apapun, karena itu jelas-jelas akun WA palsu,” jelasnya di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (4/6/2024).
Menanggapi laporan yang diterima terkait akun WA Palsu tersebut, Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najam langsung melakukan pengecekan, ternyata akun Pj Ketua TP PKK bukan dihack, Akun WA-nya aktif seperti biasa. Namun yang ditemukan adalah Akun WA Palsu yang mengatasnamakan Bunda Lale.
"Kami sudah cek, akunnya palsu terlihat jelas dari nama dan nomor handphone dari akun WA tersebut. Setiap orang harus berhati-hati karena platform komunikasi digital seperti WA juga rentan dipalsukan. Cukup beli nomor baru, buat nama mirip atau bahkan sama dengan akun asli dan diaktifkan akun Wa-nya maka seolah menjadi akun asli yang dimiliki seseorang," tuturnya.
Najam melanjutkan, bahwa tips sederhana untuk mengetahui akun palsu tersebut adalah dengan melakukan penelusuran isi chat, apabila mengarah pada permintaan data pribadi dan mengarah pada penipuan berupa bantuan hibah, donasi, pinjol dan investasi bodong, harus dicurigai sebagai akun bodong atau palsu.
"Harus bijak dan sehat juga dalam komunikasi via WA ini", jelas Najam.
Lebih lanjut, Kasus penipuan melalui platform media sosial sering terjadi. Marak juga mengatasnamakan pejabat, tokoh-tokoh dan publik figur. Dibutuhkan kesadaran, bijak dan perilaku sehat dalam ber medsos. Pilar digital seperti cakap digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital terus diliterasikan agar tercipta masyarakat digital yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....