Jangan Klik! Pesan WhatsApp Palsu Jebak Nasabah
- 04 Nov 2025 14:25 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kemajuan teknologi yang terjadi beberapa dekade belakangan ini memberikan banyak kemudahan bagi manusia termasuk dalam menyebarkan dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia. Namun di balik kecanggihan teknologi tersebut, para pelaku kejahatan turut memanfaatkannya dengan berbagai cara.
Baca juga Pelajaran dari Sena,ASN Digital yang Viral Lalu Menghilang
Musim Hujan, Air Terjun Bisa Mematikan
Baru-baru ini sebuah pesan singkat yang dikirim melalui aplikasi whatsaap berisi pesan tentang kebijakan perubahan skema tarif transaksi melalui bank tertentu beredar di kalangan masyarakat. Tampilannya cukup meyakinkan dengan latar belakang logo dari bank tertentu, nama kontak yang tertera sebagai Customer Service (CS ) atau bahkan dengan penggunaan nomor surat dan alamat resmi.
Selain itu, kalimat yang digunakan juga terkesan resi dan formal serta cukup informatif. Pengiriman pesan ini juga biasanya disertai dengan link/aplikasi yang harus dibuka calon korban di mana calon korban diminta untuk mengisi form yang ada. Jika tak jeli, calon korban dapat saja tertipu dengan pesan ini dan akhirnya menuruti perintah yang tertera. Meski modus ini terbilang lama, namun para pelaku masih tetap menggunakannya untuk menjerat calon korban.

Tangkapan Layar Shaa dalam Aplikasi Whatsapp berisi pesan peniupan Foto: Sary/RRI Mataram
Shaa, nasabah BSI di kota Mataram mengungkapkan ia tiba-tiba mendapatkan pesan serupa, karena merasa tidak ingin dikenai biaya transfer yang baru, maka ia segera membuka pesan tersebut. Namun saat membaca lebih detail isi pesan tersebut, ia memutuskan untuk terlebih dahulu menghubungi pihak BSI Cabang Bertais untuk mengkonfirmasi kebijakan baru tersebut dan akhirnya membatalkan untuk membuka link yang diberikan.
"saya sedang sibuk membuat laporan pekerjaan, tiba-tiba ada chat masuk, awalnya saya g curiga apalagi nama kontaknya CS BSI, yang buat saya curiga karena ada kata-kata "akan otomatis diikutkan dalam tarif terbaru jika tidak mengisi form yang ada di dalam link" untungnya saya punya teman di BSI Bertais, dan terkonfirmasi itu adalah penipuan," ungkap shaa, Selasa, (4/11/2025).
Baca juga Tall Poppy Syndrom, Saat Kesuksesan Justru Dibenci
Ini Trik Umrah Mandiri Agar Aman dan Nyaman
Saat kami konfrmasi ke pihak BSI Bertais, hal tersebut dibenarkan oleh Anang Muzaqi, Branch Manager KCP Bertais BSI
"itu sudah pasti itu modus penipuan, selalu berhati-hati karena para penjahat sekarang pinter dan cerdas" ungkapnya, Selasa, 4/11/2025
Berikut Tips yang bisa diterapkan agar terhindar dari modus penipuan serupa:
- Bersikap tenang, jangan mudah panik
- Selalu verifikasi informasi, jangan mudah percaya pesan yang tidak jelas sumbernya
- Jangan klik tautan sembarangan, dan jaga kerahasiaan data pribadi anda, PIN, Password, Kode OTP, cvv/cvc/ saldo dan data pribadi lainnya
- Jika ada informasi atau permintaan mencurigakan, jangan ragu untuk menghubungi Customer Service bank anda
Kemajuan teknologi memang menghadirkan kemudahan, namun di sisi lain membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap pesan atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak bank maupun lembaga resmi. Ingat, keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama. Tetap berhati-hati, selalu verifikasi informasi, dan jadilah pengguna digital yang cerdas.