Rapat Kongres Bahasa Sasaq 2026, Petakan Penutur di Wali Paer

  • 01 Okt 2026 09:48 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Petakan Penutur Bahasa Sasaq yang Uniq dan Khas dan pastikan teridentifikasi
  • Penutur Bahasa Sasaq dipastikan tetap dirawat dan dijaga,Tuan Rumah Di Daerah ini
  • Anggaran Kongres Belum terlihat Hilalnya

RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang Gelaran Kongres Bahasa Sasaq Bulan Oktober 2026, Pemucuk, Panitia Bersama Wali Paer (Timuq, Bat, Tengak, Daye dan Mataram) melakukan rapat melengkapi konsep yang menjadi materi penting dalam kongres, berlinier dengan harapan Gubernur. Artinya event besar ini juga menghasilkan rekomendasi yang dasar tindak lanjut atau penerapannya dalam dunia pendidikan maupun yang lain. Rapat yang dihadiri Pengraksa Agung MAS DR. HL. Sajim Sastrawan berlangsung di Sekretariat MAS di Mataram, Rabu 30 September 2026.

Diantara konsep yang sudah matang dan mendapatkan rekomendasi guna ditindak lanjuti dalam program. Konsep tersebut menyangkut tentang pemetaan penutur Bahasa Sasaq di masing masing Wali Paer. Lokus Pemetaan mencakup wilayah Paer Bat,Timuk,Tengak, Daye dan Mataram, tidak saja mencakup penutur dalam arti formal, tetapi juga yang memiliki keunikan atau kekhasan, bakal juga di petakan, sehingga semakin lengkap dan sempurna dalam kongres internasional Bahasa Sasaq.

Diikhtiarkan supaya penutur yang memiliki keunikan atau kekhasan ini, diperoleh datanya dengan baik dan secepatnya diidentifikasi sehingga diperoleh data yang valid, menyusul data dan figure penutur yang demikian sangat rentan tergerus oleh proses akulturasi budaya dan perubahan zaman.

“Realitas yang demikian juga harus diperhatikan dan dilaksanakan proses pendataan dan identifikasinya, sehingga Mereka atau keunikannya tetap Lestari dan terpelihara yang penting ada proses regenerasi terukur,” kata peserta Rapat Wali Paer. Atas saran ini, panitia mencatatnya sebagai materi penting, guna diajukan dalam pembahasan rapat pleno di kongres.

Prof Wahyuni Akademisi Unram yang juga berkonsentrasi dalam kebudayaan ini, menyumbang pandangan sebagai motivasi bagi panitia dan MAS tentang Bangsa Sasaq, sebagai asset penting Bangsa ini. Orang Sasaq harus bangga dengan Budaya dan Bahasa Sasaq yang memiliki kekuatan besar.

”Kita harus Bangga sebagai Bangsa Sasaq karena Suku Sasaq adalah laboratorium sosial,” ujarnya dengan gaya khas, Orang Sasaq Intelektual menyumbang seluruh pemikiran dan wawasannya dalam melestarikan Bahasa Sasaq serta budayanya.

Ketua Panitia Kongres Bahasa Sasaq, sangat bersyukur dan mendapatkan suntikan energi dalam rapat atau Gundem Suku Sasaq, sebab banyak hal baru yang diperoleh, termasuk Penutur Bahasa Sasaq dengan berbagai ciri khas dan keunikan. Ia menegaskan kehadiran lintas pihak ini, menjadi modal utama dan prioritas guna merancang kongres menjadi lebih sempurna meski ini baru gelaran pertama.

“Ini sangat luar biasa menjadi semangat kolektif, bernilai dan berenergi, penting diapresiasi,” ujar DR. Chae (Khairil Anwar) Ketua Panitia Kongres sekaligus menambahkan meski dana maupun anggaran belum terlihat hilalnya.

Panitia menilai realitas dan kondisi Penutur Bahasa Sasaq yang tersembunyi dalam alam, segera ditata secara komprehensif, didokumentasikan serta revitalisasi dengan terus melibatkan komunitas tanpa memandang status sosial maupun Pendidikan mereka. Fakta ini harus menjadi titik balik.

“Merawat yang tersisa, mencatat yang unik dan memastikan Penutur Bahasa Sasaq tetap menjadi tuan di rumah sendiri,” ucap Chae yang juga presenter di TVRI Nusa Tenggara Barat.

Pengraksa Agung MAS Dr. HL Sajim Sastrawan sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Wali Paer serta kaum akademisi yang mau bergegas menyumbang pemikiran dengan penuh tulus Ikhlas, karena tanggungjawab moral dalam berikhtiar melestarikan dan menjaga eksistensi Bahasa Sasaq, Bahasa Ibu yang tidak boleh punah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....