Bambu dan Tangan Perempuan Loyok yang Menjaga Tradisi

  • 05 Okt 2026 15:07 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • budaya sasak
  • anyaman
  • lombok timur

RRI.CO.ID, Mataram - Di balik sebuah kerajinan bambu yang tampak sederhana, terdapat keterampilan yang tidak diperoleh dalam waktu singkat. Di Desa Loyok, kemampuan mengolah bambu telah menjadi pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dan banyak dikerjakan oleh perempuan Sasak. Keterampilan tersebut menjadi salah satu kekuatan budaya masyarakat setempat.

Lalu Arya Karma menjelaskan bahwa kerajinan di Desa Loyok dibuat secara manual dengan tangan. Proses tersebut memperlihatkan bahwa nilai sebuah kerajinan tidak hanya terletak pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada keterampilan pengrajinnya. Pengetahuan mengenai cara mengolah bambu menjadi benda yang berguna menjadi bagian dari warisan yang terus dipelihara.

Keterlibatan perempuan dalam kerajinan tersebut memiliki arti penting. Mereka bukan hanya menghasilkan benda yang memiliki nilai guna dan ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu kelompok yang mempertahankan pengetahuan tradisional. Ketika keterampilan itu diwariskan kepada generasi berikutnya, sesungguhnya yang diwariskan bukan hanya teknik menganyam, tetapi juga pengalaman dan kebiasaan masyarakat.

Namun, perubahan zaman menghadirkan tantangan tersendiri. Generasi muda memiliki banyak pilihan aktivitas dan pekerjaan sehingga keterampilan tradisional membutuhkan ruang baru agar tetap menarik untuk dipelajari. Karena itu, Lalu Arya Karma menilai regenerasi menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kerajinan Desa Loyok.

Gawe Adat Inan Dowe II menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali kerajinan tersebut. Pelajar dilibatkan dalam rangkaian kegiatan, sementara hasil kerajinan ditampilkan sebagai bagian dari potensi budaya desa. Dengan cara itu, generasi muda tidak hanya melihat budaya sebagai sesuatu yang berada di masa lalu, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang masih berlangsung.

Bagi Desa Loyok, keberadaan kerajinan bambu menjadi lebih dari sekadar aktivitas menghasilkan produk. Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan, peran perempuan, hubungan antargenerasi, dan potensi ekonomi kreatif. Selama keterampilan tersebut terus dipelajari dan dikerjakan, tradisi menganyam bambu memiliki kesempatan untuk tetap hidup di tengah perubahan zaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....