Pemuda Loyok Kembali Gelar Gawe Adat Inan Dowe II

  • 31 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemuda pemerhati budaya yang tergabung dalam sejumlah organisasi kepemudaan Desa Loyok, Kecamatan Sikur, bersama Pemerintah Desa Loyok kembali bersiap menggelar event budaya Gawe Adat Inan Dowe II pada 8 hingga 9 September 2026. Kegiatan ini melibatkan Karang Taruna, Bajang Loyok Mentangi, Bajang Drex, Daster, hingga Praja sebagai bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Ketua Panitia Event Gawe Adat Inan Dowe II, Lalu Arya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemuda bersama pemerintah desa untuk mempertahankan tradisi dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. "Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemuda dan pemerintah desa dalam melestarikan warisan leluhur," ucap Lalu Arya, Minggu, 30 Agustus 2026.

Penyelenggaraan Gawe Adat Inan Dowe II tahun ini dirancang lebih meriah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya dengan melibatkan berbagai pihak. Panitia menggandeng Pemerintah Kabupaten Lombok Timur hingga Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung pelaksanaan agenda seni dan budaya tersebut.

Menurut Lalu Arya, nama Inan Dowe memiliki makna filosofis yang erat dengan identitas masyarakat Desa Loyok. Inan berarti ibu atau pusat yang utama, sedangkan dowe berarti harta, milik atau kekayaan.

"Inan Dowe ini berasal dari kata inan yang berarti ibu atau pusat yang utama, dan dowe yang berarti harta atau milik kekayaan," terangnya.

Makna tersebut sekaligus menggambarkan Desa Loyok sebagai salah satu pusat kerajinan dan tradisi kriya bambu di NTB. Melalui event tersebut, para pemuda ingin memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sejarah dan identitas kerajinan anyaman bambu yang berkembang di Desa Loyok.

"Kami menegaskan di event ini bahwa seni anyaman bambu memang milik nenek moyang kami karena banyak pihak yang mengklaimnya," ujar Arya.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Gawe Adat Inan Dowe II juga diarahkan sebagai sarana mempromosikan produk kerajinan bambu Desa Loyok kepada masyarakat luas. Panitia berharap event tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif di desa.

Acara tersebut direncanakan dihadiri Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur dan sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan industri kreatif dan kerajinan bambu masyarakat Desa Loyok.

"Kami berharap melalui event ini produk anyaman bambu Desa Loyok bisa kembali mendunia," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Loyok, Lalu Bahaidin, memberikan apresiasi terhadap semangat pemuda yang terus berupaya merawat dan mengembangkan warisan budaya daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemuda dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

"Pemerintah desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat para pemuda yang terus merawat warisan budaya," ujar Lalu Bahaidin.

Pemerintah Desa Loyok juga berkomitmen memberikan fasilitasi untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Selain menjaga tradisi, event tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan dan pemasaran produk kerajinan lokal.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi warga lokal," tambahnya.

Gawe Adat Inan Dowe II diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat posisi Desa Loyok sebagai salah satu sentra kerajinan bambu di NTB. Pemuda dan pemerintah desa berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan daerah.

"Semoga seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan membawa kebanggaan bagi daerah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....