Buku Two Islands One Thread Jadi Warisan Pengetahuan Wastra Lombok untuk Dunia
- 30 Jul 2026 14:55 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tenun NTB
- Buku Two Islands One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collection
- NTB Mendunia
- SEJARAH TENUN NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Peluncuran buku Two Islands One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collection tidak hanya menjadi momentum penerbitan sebuah karya ilmiah, tetapi juga menandai lahirnya referensi internasional yang mendokumentasikan perjalanan panjang wastra Lombok. Hal itu terungkap dalam Program Berugak Kita Pro 4 RRI Mataram, menghadirkan Kurator Seni Asia Tenggara asal Australia Dr. James Bennett dan Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Dr. Ahmad Nur Alam.
Bagi Dr. James Bennett, buku tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak selama kurang lebih tiga tahun. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak akan terwujud tanpa dukungan para peneliti lokal, Museum Negeri NTB, para penenun, hingga masyarakat yang bersedia membagikan cerita mengenai tradisi tenun di Lombok. "Ini kerja bakti, kerja sukarela. Banyak orang yang memberikan waktu, tenaga, dan ilmunya agar buku ini bisa selesai," ujar Bennett.
Menurut Bennett, nilai utama buku tersebut bukan hanya terletak pada dokumentasi koleksi kain, melainkan pada cerita yang menyertainya. Setiap motif, warna, hingga teknik menenun memiliki latar belakang sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sasak. Oleh karena itu, ia berharap buku tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat internasional untuk mengenal budaya Lombok secara lebih mendalam.
Kepala Museum Negeri NTB, Dr. Ahmad Nur Alam, mengatakan bahwa penerbitan buku ini merupakan langkah penting dalam memperkuat literasi budaya daerah. Selama ini, kekayaan budaya Lombok lebih banyak diwariskan secara lisan, sementara dokumentasi ilmiah yang dapat diakses dunia internasional masih sangat terbatas. Menurutnya, hadirnya buku ini menjadi investasi pengetahuan bagi generasi mendatang. \
"Kita berharap buku ini menjadi literatur penting yang bisa dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami sejarah dan budaya kain Lombok," katanya.
Lebih jauh, Ahmad Nur Alam menilai kolaborasi dengan para peneliti internasional menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara museum, akademisi, masyarakat adat, kolektor, hingga pemerintah agar warisan budaya tetap terjaga sekaligus terus dikembangkan melalui penelitian. Baginya, publikasi internasional seperti ini juga menjadi bentuk promosi budaya yang efektif karena memperkenalkan identitas Lombok melalui karya ilmiah yang kredibel.
Dialog dalam Program Berugak Kita juga memperlihatkan bahwa setiap koleksi museum menyimpan cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar benda bersejarah. Penelitian terhadap songket Lombok, penemuan motif burung kecapi Australia, hingga keterlibatan penulis Sasak menjadi bukti bahwa budaya selalu berkembang melalui proses interaksi antarmasyarakat dan antarbangsa. Temuan-temuan tersebut sekaligus memperkaya pemahaman mengenai posisi Lombok dalam sejarah perdagangan dan pertukaran budaya di kawasan Asia Pasifik.
Melalui buku Two Islands One Thread, kekayaan wastra Lombok kini memiliki ruang yang lebih luas untuk dikenal dunia. Bukan hanya sebagai kain tradisional yang indah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang menyimpan kisah perjalanan sejarah, kreativitas masyarakat, dan hubungan antarbangsa yang telah berlangsung selama berabad-abad. Kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam penyusunan buku ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya akan semakin kuat ketika dibangun melalui kerja sama, penelitian, dan semangat untuk berbagi pengetahuan kepada generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....