Tradisi Refleksi Diri pada Malam 1 Suro

  • 15 Jun 2026 10:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga momen refleksi diri yang sarat makna spiritual dan budaya. Menurut Museum Sonobudoyo Yogyakarta yang berada di bawah Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, bulan Suro merupakan awal tahun dalam penanggalan Jawa yang disusun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada masa Kerajaan Mataram Islam. Penanggalan tersebut memadukan unsur budaya Jawa dan kalender Hijriah sehingga 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharam.

Berbeda dengan perayaan tahun baru yang identik dengan kemeriahan, masyarakat Jawa menyambut Malam 1 Suro dengan berbagai kegiatan yang bernuansa religius dan reflektif. Tradisi seperti tirakatan, doa bersama, ziarah makam leluhur, dan laku prihatin dilakukan sebagai bentuk introspeksi serta ungkapan syukur atas perjalanan hidup yang telah dilalui.

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga kini adalah Tapa Bisu Mubeng Beteng di Yogyakarta. Dalam prosesi ini, masyarakat berjalan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta tanpa berbicara sebagai simbol pengendalian diri dan perenungan. Selain itu, terdapat pula tradisi Jamasan Pusaka, yaitu pembersihan benda-benda pusaka keraton yang dimaknai sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur.

Di Surakarta, peringatan Malam 1 Suro identik dengan Kirab Pusaka dan Kirab Kebo Bule yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berdasarkan keterangan Balai Media Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, budaya, serta harapan akan keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

Meski sering dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, esensi Malam 1 Suro sesungguhnya terletak pada nilai-nilai refleksi diri, pengendalian hawa nafsu, dan kedekatan kepada Tuhan. Hingga kini, tradisi tersebut tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Jawa yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. (RRI/Irene Dyah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....