Mencoba Hanbok, Cara Seru Mengenal Tradisi Korea Lebih Dekat
- 15 Jun 2026 10:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Hanbok merupakan pakaian tradisional Korea yang telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun. Busana ini mulai berkembang sejak masa Tiga Kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, dan Silla) sekitar abad pertama sebelum Masehi hingga abad ketujuh Masehi. Desain hanbok terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan hingga mencapai bentuk yang dikenal saat ini pada masa Dinasti Joseon (1392–1910).
Hanbok dikenal dengan potongannya yang longgar, nyaman digunakan, dan mengutamakan kebebasan bergerak. Untuk perempuan, hanbok terdiri atas jeogori atau atasan berlengan panjang dan chima, yaitu rok panjang yang menjuntai. Sementara untuk laki-laki, hanbok terdiri atas jeogori dan baji atau celana panjang tradisional. Selain desainnya yang anggun, setiap warna pada hanbok juga memiliki makna tersendiri. Warna cerah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan, sementara pemilihan warna pada masa lampau juga mencerminkan status sosial seseorang.
RPLAY Lombok menjadi narasumber dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Mataram dengan mengangkat tema Creative Culture & Youth Inspiration, yang membahas bagaimana budaya kreatif dapat menjadi media bagi anak muda untuk terus berkarya, berkembang, dan saling menginspirasi.
Dalam kesempatan tersebut, budaya Korea diperkenalkan melalui hanbok, pakaian tradisional Korea Selatan yang sarat akan nilai sejarah dan filosofi. Menariknya, suasana siaran terasa lebih interaktif karena penyiar Pro 2 RRI Mataram juga mendapat kesempatan untuk mencoba langsung hanbok yang tersedia di RPLAY Lombok, sehingga pengalaman mengenal budaya Korea tidak hanya sebatas melalui cerita, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung.
Chief Secretary RPLAY Lombok, Nitha Sandriliana, menjelaskan bahwa hanbok merupakan pakaian tradisional Korea yang telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun dan berkembang sejak masa Tiga Kerajaan Korea, yakni Goguryeo, Baekje, dan Silla. Bentuk hanbok yang dikenal saat ini kemudian semakin populer pada masa Dinasti Joseon yang berlangsung dari tahun 1392 hingga 1910.

Hanbok memiliki ciri khas berupa desain yang longgar, nyaman digunakan, serta warna-warna cerah yang melambangkan keharmonisan, kebahagiaan, dan harapan. Bagi masyarakat Korea, hanbok bukan sekadar pakaian, melainkan simbol identitas budaya dan penghormatan terhadap tradisi. Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat budaya Korea dari perspektif yang lebih luas. Tidak hanya sebatas K-Pop dan drama Korea, tetapi juga sejarah, seni, bahasa, kuliner, dan busana tradisional yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Korea Selatan.
Menurut Nitha, meningkatnya popularitas budaya Korea di Indonesia dapat menjadi peluang untuk membangun ruang kreatif yang positif bagi generasi muda.
"Anak muda tidak hanya menjadi penikmat tren, tetapi juga dapat mempelajari nilai, sejarah, dan filosofi yang ada di balik sebuah budaya. Dari situlah kreativitas dan inspirasi dapat tumbuh," ujarnya.
Kehadiran hanbok dalam siaran ini juga menjadi simbol pertukaran budaya yang menyenangkan. Pengalaman mencoba langsung pakaian tradisional Korea memberikan pengalaman baru sekaligus memperkaya wawasan mengenai keberagaman budaya dunia. Sehingga generasi muda semakin terbuka terhadap budaya internasional dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya tanpa melupakan identitas budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....