Riset Kebaya Strategi Utama Paduan Kebaya Sesuai Gaya

  • 20 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Jaleela yang dikenal luas di Indonesia sebagai merek fesyen (busana kebaya modern dan ready-to-wear) dari Lombok
  • Penggunaan dry and clean, mencuci menggunakan tangan, memakai sabun yang lembut adalah beberapa tips merawat kebaya
  • Kebaya jenis Kutu Baru, Kartini, dapat menjadi dasar bagi desainer menjadikan kebaya lebih modern

RRI.CO.ID, Mataram – Penelitian tentang pakaian yang sedang viral menjadi strategi utama untuk memadupadankan kebaya dengan pakaian yang sedang tren. Keterpaduan itu juga yang kemudian menjadi materi unggahan di tiktok milik Jaleela yang dikenal luas di Indonesia sebagai merek fesyen (busana kebaya modern dan ready-to-wear) dari Lombok.

Setiap produk fesyen pasti memiliki tema masing-masing. Dengan begitu, konsumen menjadi tahu apa yang dipakai sesuai dengan harga yang dibayar. Guna membantu rasa itu, publikasi dari produsen sangat ikut menentukan, baik melalui daring, maupun luring.

“Penekanan bagi peluncuran produk adalah memiliki tema khusus. Ditambah, momentum dari apa yang dipakai. Misalnya di hari raya, Hari Kartini, 17 Agustus,” kata Baiq Tira Delita, Production Supervisor Jaleela, ketika menjadi narasumber di Dialog NTB Pagi RRI Mataram, Maret 2026. Dialog juga bersama Leony Bening, Fashion Designer Jaleela.

“Ada pula yang kami siarkan melalui rilis di Instagram untuk wartawan dan selebgram akan kami kirimkan produk untuk direview,” ujar Tira.

Tira mengatakan, ada beberapa cara untuk menarik konsumen. Misalnya membuat event ngabuburit untuk tujuan edukasi sehingga kebaya tetap estetik ketika dipakai ke mana pun.

Lewat event tersebut, kata Tira, gedung penjualan berubah menjadi tempat inovasi. Baik online maupun offline. Desainer kemudian bekerja sama dengan content creator untuk konten berformat foto dan video. Sehingga konsumen tidak hanya berbelanja, tapi mendapat pengalaman sesuai penjelasan desainer. Mengenai kebaya yang sesuai jenis kulit, dan badan, edukasi, termasuk cara merawat kebaya.

“Momentum tanggal cantik ikut membantu promosi. Seperti 10.10 atau tanggal 10, bulan 10,” kata Tira.

Menurut Tira, tips merawat kebaya sangat penting. Penggunaan dry and clean, mencuci menggunakan tangan, memakai sabun yang lembut adalah beberapa tips merawat kebaya. Kemudian, menghindari penggunaan pemutih untuk menjaga kualitas kebaya tetap awet. Juga, teknik penyimpanan kebaya menggunakan garment bag supaya terhindari lembab dan debu.

Tira mengatakan, kebaya tidak lagi sebatas identitas keindonesiaan. Kebaya sudah menjadi bagian Sejarah di Indonesia. Bahkan di Brunei, pembuatan kebaya dimasukan ke kurikulum sekolah. Dampaknya, penggunaan baju kurung sangat identik dengan suku Melayu. Dari situ diharapkan, kebaya Indonesia lebih familiar lagi bagi keperluan presentasi, pernikahan dan sebagainya.

Sementara, Leony mengatakan, kebaya jenis Kutu Baru, Kartini, dapat menjadi dasar bagi desainer menjadikan kebaya lebih modern. Tanpa menghilangkan kedua konsep kebaya itu, desain kebaya berpotensi menjadi viral. Diawali menentukan tema, dan dilanjutkan oleh materi pembuatan kebaya. Seterusnya, teknik foto dan display sebagai pelengkap dari tujuan desain.

“Bisa juga lebih dulu dikonsultasikan bersama konsumen tentang tujuan desain,” kata Leony.

Menurut Leony, produk kebaya mesti disesuaikan dengan pasar anak muda atau pakaian apa yang sedang disukai anak muda. Contoh yang sedang viral seperti Cheongsam atau pakaian tradisional Tionghoa yang elegan dan pas di badan.

Tantangan mendesain kebaya, menurut Leony, bisa datang dari luar desain, seperti mendorong anak muda untuk melek tradisi, mendesain kebaya yang belum pernah didesain, serta berbeda. Oleh sebab, masyarakat Lombok masih memegang adat dan tradisi, maka desain kebaya memiliki potensi untuk terus dikembangan dan berkarisma. Termasuk anjuran dari komunitas kebaya dan pemerintah untuk menggunakan kebaya dapat membantu popularitas kebaya semakin tinggi.

“Upaya-upaya ini manjur, menimbulkan FOMO. Dan, bagi perempuan yang gak bisa jauh dari media sosial akan semakin tertarik menggunakan kebaya,” kata Leony.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....