Terima Gelar Kehormatan, Bupati Dompu Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya
- 11 Apr 2026 11:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Yayasan Kesultanan Dompu menganugerahkan gelar kehormatan kepada Bupati Dompu, Bambang Firdaus, dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat.
Gelar yang diberikan, “Ma Kapahu Rawi”, menjadi simbol penghormatan sekaligus kepercayaan terhadap kepemimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Bambang Firdaus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penganugerahan tersebut.
Ia menegaskan bahwa gelar kehormatan itu bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Kesultanan Dompu atas penganugerahan gelar kehormatan Ma Kapahu Rawi. Bagi kami, gelar ini bukan semata-mata penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab moral,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.
Menurutnya, gelar tersebut menjadi penguat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Dompu, termasuk nilai-nilai agama sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ia juga menyebut, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi dalam merealisasikan sejumlah agenda prioritas ke depan. Di antaranya pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Sultan Muhammad Sirajuddin, pembangunan Museum Dompu, pembangunan replika Istana Kesultanan Dompu, serta penguatan identitas Suku Dompu.
Dalam momen yang sama, Bupati Dompu turut membacakan Ikrar Suku Dompu sebagai bentuk peneguhan identitas dan persatuan masyarakat. Ikrar tersebut menegaskan komitmen untuk mengukuhkan Suku Dompu sebagai bagian yang utuh, bermartabat, dan memiliki hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, ikrar tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong demi kemajuan daerah.
Bupati juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penghinaan terhadap identitas budaya Dompu, serta komitmen menjaga kehormatan dan martabatnya. Termasuk penolakan terhadap istilah yang dinilai mengabaikan eksistensi Suku Dompu dalam bingkai Nusa Tenggara Barat.
“Ikrar ini menjadi tonggak kebangkitan identitas Suku Dompu sebagai kekuatan baru dalam mewujudkan Dompu yang maju, sejahtera, religius, dan berbudaya,” jelasnya.
Ia berharap, nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan dapat terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi penerus sebagai bagian dari jati diri masyarakat Dompu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....