Rebutan Topat hingga Peresean, Loang Baloq Jadi Panggung Budaya Lebaran Topat

  • 28 Mar 2026 20:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Riuh sorak warga pecah di kawasan Taman Rekreasi Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, saat ratusan ketupat diperebutkan dalam tradisi juretan topat. Lebaran Topat tahun ini tak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjelma sebagai panggung budaya yang memadukan nilai religi, tradisi, dan hiburan rakyat, Sabtu 28 Maret 2026.

Sejak pagi, masyarakat sudah memadati kawasan pesisir tersebut. Perayaan diawali dengan ziarah makam pada pukul 07.00 Wita, lalu dilanjutkan seremoni utama pukul 08.30 Wita yang ditandai dengan pembelahan Topat Agung simbol dimulainya puncak perayaan.

Sebanyak 400 ketupat disusun membentuk rumah adat dan dilengkapi beragam hidangan seperti opor, urap, hingga sate. Namun, daya tarik utama justru muncul saat ketupat-ketupat tersebut menjadi rebutan warga, yang dipercaya membawa keberkahan.

Camat Sekarbela, Arif Satriawan, menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi sarat makna spiritual dan sosial.

“Topat Agung didesain dengan bentuk menarik. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan tradisi yang terus kita jaga,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Lebaran Topat merupakan bentuk penyucian diri setelah umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan dan puasa Syawal selama enam hari. Nilai tersebut menjadi landasan kuat mengapa tradisi ini terus dipertahankan.

Di sisi lain, kepercayaan masyarakat terhadap keberkahan Topat Agung turut menambah semangat warga untuk terlibat langsung dalam perayaan. Tak sedikit yang berupaya mendapatkan bagian dari ketupat tersebut sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik.

"Bejuretan Topat jadi yang di tunggu tunggu warga karena konon mereka mencari berkah artinya ada keyakinan warga yang di ambil bukan hanya ketupatnya tetapi keberkahannya," jelasnya.

Menjelang sore, suasana semakin semarak dengan pementasan seni tradisional dan religi. Atraksi budaya Presean menjadi penutup yang dinanti-nantikan, menghadirkan hiburan khas Lombok yang sarat nilai keberanian dan sportivitas.

"Peresean ini di hadirkan sebagai bagian dari promosi budaya selain itu di taman Loang Baloq juga secara konsisten tetap menggelar tarung pepadu atau peresean," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....