Senggigi Jadi Pusat Lebaran Topat, Tradisi Lama Tetap Dipertahankan

  • 25 Mar 2026 09:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan pelaksanaan tradisi Lebaran Topat tahun 2026 akan dipusatkan di kawasan Amphitheater Senggigi. Langkah ini diambil untuk menghadirkan suasana yang lebih representatif sekaligus memperkuat daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan perubahan lokasi tidak akan mengubah pakem utama dalam tradisi Lebaran Topat. Seluruh rangkaian prosesi adat tetap dijalankan sebagaimana mestinya, mulai dari iring-iringan hingga ritual keagamaan.

“Prosesi dimulai dari kantor camat, naik cidomo menuju makam Batu Layar untuk ziarah. Itu tetap kita jalankan sebagai bagian dari tradisi,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.

Lebaran Topat sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Lombok yang dilaksanakan setiap 8 Syawal setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan kegiatan ziarah makam ulama, doa bersama, hingga rekreasi masyarakat di kawasan pantai.

Menurut Bupati, pemindahan pusat kegiatan ke Senggigi merupakan strategi untuk memberikan suasana baru yang lebih tertata dan menarik minat pengunjung. Namun demikian, esensi tradisi tetap dijaga sebagai identitas budaya masyarakat Lombok Barat.

“Ini bukan berarti meninggalkan tradisi lama. Hanya saja, sesekali kita mencoba tempat yang lebih representatif agar suasananya lebih ramai dan lebih tertata,” katanya menegaskan.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat tetap menjadi aktor utama dalam perayaan tersebut. Bahkan tanpa campur tangan pemerintah, tradisi Lebaran Topat diyakini tetap berlangsung meriah karena sudah mengakar kuat di tengah masyarakat.

“Lebaran Topat tanpa acara dari pemerintah pun masyarakat pasti tetap datang ke pantai. Tradisi ini sudah melekat di masyarakat,” ucapnya.

Pada tahun ini, rangkaian Lebaran Topat juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya. Mulai dari zikir bersama hingga pawai gunungan ketupat yang melibatkan berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal.

“Event budaya seperti ini harus memberi dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kunjungan wisatawan, sektor UMKM, hingga lama tinggal wisatawan di Lombok Barat,” katanya.

Dengan konsep yang lebih terbuka dan lokasi strategis di kawasan wisata Senggigi, Lebaran Topat 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Lombok Barat.

“Harapannya, ini menjadi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Lombok Barat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....