Gendu Rasa 2026 di Kayangan, Pemda KLU Susun Dokumen Pokok Kebudayaan Daerah

  • 26 Feb 2026 20:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mempertegas komitmennya dalam memajukan sektor kebudayaan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kebudayaan atau Gendu Rasa Tahun 2026. Forum dua tahunan ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat adat, tokoh budaya, hingga pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan kebudayaan daerah ke depan.

Kegiatan yang digelar selama dua hari di Pantai Braringan, Kecamatan Kayangan, Kamis 26 Februari 2026, dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar. Turut hadir Ketua DPRD KLU Agus Jasmani, Kepala Dinas Dikbudpora KLU M. Najib, para camat se-KLU, tokoh adat, serta pegiat budaya.

Mengusung tema “Membangun Identitas Daerah, Memperkuat Jati Diri Bangsa”, Gendu Rasa difokuskan pada perlindungan, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya, khususnya di wilayah Lombok Utara.

Kepala Dinas Dikbudpora KLU, M. Najib, menjelaskan bahwa forum ini tidak sekadar ajang diskusi, tetapi menjadi langkah strategis untuk menghimpun pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah.

“Tujuannya sederhana tetapi strategis, yakni melakukan inventarisasi potensi, permasalahan, serta gagasan pemajuan kebudayaan di lima kecamatan se-Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil rumusan dalam Gendu Rasa akan menjadi dasar penyusunan dokumen Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) serta skala prioritas pembangunan kebudayaan untuk tahun 2027. Dengan demikian, arah kebijakan budaya di KLU dapat terukur dan terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Najmul Akhyar menilai Musrenbang Kebudayaan merupakan forum yang sangat penting dan belum tentu dimiliki semua daerah. Menurutnya, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh adat dan pelaku budaya untuk menyampaikan saran dan gagasan yang nantinya akan diakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah.

“Gagasan yang lahir dari forum ini akan kita tuangkan dalam Musrenbang dan dijadikan program-program prioritas Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Ia menambahkan, Gendu Rasa juga menjadi momentum mempertegas identitas KLU sebagai daerah yang kaya tradisi dan adat istiadat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta komunitas budaya dinilai penting agar pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, pemanfaatan teknologi disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya lokal, terutama dalam hal dokumentasi, promosi, dan edukasi generasi muda.

Melalui Gendu Rasa 2026, Pemda KLU berharap seluruh perbedaan pandangan dapat disatukan dalam satu visi bersama, yakni pembangunan kebudayaan yang inklusif, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyusun kebijakan kebudayaan yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mendorong kebudayaan sebagai pilar pembangunan daerah di masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....