Kopi di Lombok Timur Sumber pendapatan Rumah Tangga

  • 30 Agt 2023 18:15 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Kopi tidak diragukan lagi memang menjadi salah satu sumber pendapatan rumah tangga sebagai komoditas unggulan sejak tahun 2021 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Percetakan perkebunan kopi di Lombok pun semakin menguatkan keyakinan dan kepercayaan bahwa tanaman ini bisa menjadi pemasukan daerah.

“Kopi merupakan komoditas warga Sapit yang sudah cukup lama dibudidayakan,” kata Agus Patra Wijaya, pemilik CV Sapit Farm Mandiri, di dialog Opini Publik dan Klarifikasi RRI Mataram, Rabu (30/8/2023). Agus adalah pelopor petani jenis kopi arabika di Desa Sapit Kecamatan Suela, Lombok Timur. Agus menyatakan, produksi jenis kopi arabika di Sapit, tahun 2023 mencapai 1.200 kg dengan luas areal satu hektar.

Jenis kelompok kopi yan ditanam di Desa Sapit adalah kopi arabika. Arabika dipandang memiliki kualitas cita rasa tinggi dan kadar kafein lebih rendah dibandingkan denan robusta sehingga harganya lebih mahal. Areal pertanaman kopi arabika terbatas pada lahan dataran tinggi di atas 1.000 m dari permukaan laut agar tidak terserang penyakit daun kopi.

Pembibitan kopi arabika dilakukan di halaman rumah Agus Patra Wijaya, terdiri dari, bedengan pembibitan. Pembuatan bedengan kopi sama dengan bedengan persemaian. Wadah dan media tumbuh tanaman kopi, pengayakan media tumbuh bibit kopi, polybag, bibit yang siap dipindahkan ke lahan penanaman.

Sopian Hadi, petani kopi di Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Juli 2023, mengatakan, hama dan penyakit yang menyerang kopi harus diatasi. Tujuannya, tanaman kopi dapat tumbuh dengan sehat dan produksi maksimal yang diharapkan dapat dicapai. Pengendalian hama penggerek buah kopi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengendalian secara kultural, secara hayati, pengendalian secara kimiawi.

Sopian menyatakan, panen kopi di kebun dilakukan denan cara petik dengan tangan. Buah kopi yang telah berwarna merah dipanen dengan cara dipetik satu per satu.buah kopi hasil panen kemudian dimasukan ke dalam wadah untuk ditimbang di tempat pengumpulan hasil. Penjemuran kopi hingga kadar airnya kurang dari 13 persen

Buah kopi kering hasil pengolahan secara kering digiling dengan alat mesin huller untuk mendapatkan biji kopi pasar (kopi beras).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....