Kebun Kopi Arabika Lombok Timur Potensi Ekspor Tinggi

  • 30 Agt 2023 20:10 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Berkebun kopi di dataran tinggi memiliki potensi keuntungan yang tinggi, sekaligus membawa misi kekayaan kopi Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada konsumen, sebagai komoditi unggulan NTB, sejak 2021.

Sesuai dengan fakta yang terjadi, pembibitan kopi dilakukan Agus Patra Wijaya, Pemilik CV Sapit Farm Mandiri di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Segemen pembibitan adalah biji lokal yang ditanam di rumah kemudian dibawa ke kebun kopi. Produksi bibit mutlak dilakukan setelah melihat perubahan minum kopi konsumen yang tidak sekadar rasa, tetapi gengsi.

“Jenis kopi yang kami bibitkan dan produksi adalah arabika, karena berada di ketinggian 800 meter dari permukan laut (mdpl),” kata Agus di Opini Publik dan Klarifikasi RRI Mataram, Rabu (30/8/2023), bertopik Membangun Wirausaha Muda di NTB. Di Sesi 2, Agus menerangkan panduan berkebun kopi di Desa Sapit.

Teknik pembibitan dan penanaman dikatakan, menggunakan metode hulu ke hilir. Menyediakan bibit berkualitas. Dengan tidak sembarang mengambil bibit, tetapi memperhatikan kualitas bibit. Diteruskan dengan merawatnya secara maksimal. Ditambah fokus pada pengawasan. Betul-betul fokus pada budidaya. Menyediakan bibit untuk masyarakat.

“Teknik budidaya kita fokus pada bertani kopi, karena banyak petani yang tidak fokus. Sementara tanaman kopi sebanyak 1.500 pohon mampu hasilkan pendapatan rata-rata 7-8 juta rupiah per bulan,” kata Agus. Agus menyatakan, tanaman kopi harus terbebas dari hama dan penyakit. Untuk menghindari hama dipilih jenis arabika dengan varietas Kolombia-Brasil.

Sedangkan untuk handling panen dan pascapanen disebutkan, memberdayakan petani mitra dari Desa Sembalun, Desa Pringgajurang-Lombok Timur. Petani dari dua desa itu biasanya membeli kopi dalam kondisi sudah panen atau panen cherry. Buah kopi dalam status cherry dijual setelah dilakukan proses penggilingan atau blended beans. Ongkos panen pun sampai ke tangan petani.

Agus menambahkan, kopi, salah satu komoditas yang sangat dibutuhkan pasar, baik di Lombok Timur maupun Kota Mataram. Tercatat, produksi kopi Sapit sejak tahun 2018 adalah 1,2 ton. Butuh 4 sampai 5 tahun untuk bisa mendapatkan tonase seperti itu. Selanjutnya sesuai topografi, lahan kopi di Sapit sangat cocok untuk mengembangkan kopi jenis arabika dengan ketinggian hingga 1.200 mdpl.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....