Roti Gembong Mandalika, Dari Jualan Keliling Sampai Outlet
- 11 Jan 2026 11:53 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Perjalanan sebuah usaha kuliner jarang dimulai dari kondisi yang mapan. Sebagian besar tumbuh melalui proses belajar panjang yang ditempa langsung oleh pengalaman di lapangan.
Hal itu tercermin dalam perjalanan Roti Gembong Mandalika yang berkembang dari aktivitas usaha berskala kecil. Usaha ini tidak lahir dari perencanaan besar, melainkan dari praktik langsung yang dijalani sejak masa kuliah.
Owner Roti Sukses, Roti Gembong Mandalika, dan Megumi Roti Jepang, Lalu Moh Iqbal, mengungkapkan bahwa pengalaman awal berwirausaha justru ia peroleh ketika menjalani tugas praktik perkuliahan. Saat itu, aktivitas jual beli menjadi bagian dari proses belajar yang dijalani secara langsung.
“Waktu kuliah memang ada praktik kewirausahaan, dan dari situ saya mulai jualan keliling. Saya bawa produk ke sekolah-sekolah, ke kantor-kantor, sambil belajar bagaimana menawarkan barang dan membaca respons orang,” jelas Iqbal, Minggu (11/1/2025).
Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa usaha tidak selalu berjalan mulus. Ia belajar menghadapi penolakan, mengatur waktu, serta menghitung keuntungan secara sederhana dari hasil penjualan harian.
Dari hasil jualan itu, keuntungan tidak langsung dinikmati. Iqbal memilih menyisihkan pendapatan secara bertahap untuk membeli peralatan dan bahan baku tambahan.
“Keuntungannya tidak besar, tapi saya putar lagi. Sedikit-sedikit saya kumpulkan untuk beli alat, sampai akhirnya perlengkapan produksi bisa lengkap,” katanya.
Setelah memiliki pengalaman dan peralatan yang memadai, ia mulai memberanikan diri mengelola usaha secara lebih serius. Namun, tantangan justru semakin terasa ketika skala usaha mulai membesar.
Ia mengakui bahwa fase tersebut menuntut perubahan cara berpikir. Usaha tidak lagi sekadar soal produksi dan penjualan, tetapi juga pengelolaan sistem.
“Begitu usaha mulai jalan, saya sadar tidak bisa asal jalan. Harus mulai diatur, dari produksi sampai keuangan, supaya usaha ini tidak berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.
Pandemi Covid-19 menjadi ujian berikutnya. Penurunan aktivitas masyarakat berdampak langsung terhadap penjualan dan memaksa penyesuaian strategi usaha.
Dalam kondisi tersebut, fokus utama diarahkan pada efisiensi dan keberlangsungan usaha. Keputusan-keputusan diambil dengan perhitungan matang.
“Waktu pandemi, target kami sederhana, usaha tetap hidup. Untung sedikit tidak masalah, yang penting bisa bertahan,” ujarnya.
Memasuki masa pemulihan, Roti Gembong Mandalika kembali menunjukkan perkembangan. Namun, ekspansi tetap dilakukan secara terukur.
Ia menegaskan bahwa pengalaman sejak awal mengajarkannya untuk tidak terburu-buru. Fondasi usaha menjadi kunci utama.
“Pengalaman dari awal itu yang membuat saya percaya, usaha yang kuat bukan yang cepat besar, tapi yang siap menghadapi situasi apa pun,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....