Bank NTB Syariah Punya Dirut Baru, Ini Latar Belakang Karirnya
- 28 Jul 2025 18:48 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: PT Bank NTB Syariah saat ini dipimpin oleh Direktur Utama baru, Nazaruddin, seorang bankir senior berpengalaman lebih dari 29 tahun di industri perbankan nasional, khususnya di Bank BRI. Lahir di Pidie, Provinsi Aceh, pada 28 Juli 1968, Nazaruddin membawa rekam jejak panjang dan mumpuni dalam pengelolaan bisnis perbankan konvensional dan mikro. Nazaruddin saat ini tinggal menunggu "fit and proper test" dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepada sejumlah wartawan ekonomi di kantornya, pada Senin (28/7/2025), Nazaruddin mengisahkan perjalanan panjang kariernya. Ia memulai karier di BRI pada tahun 1995 sebagai calon staf pimpinan. Penempatan pertama sebagai pimpinan cabang berada di Singkawang, Kalimantan Barat, dan sejak saat itu kariernya terus menanjak. Ia pernah menjadi pemimpin cabang di berbagai daerah strategis seperti Aceh, Bengkulu, Bali, Medan, hingga Bandung.
“Saya nyaris 30 tahun di BRI, pernah menangani bisnis mikro, ritel, dan konsumer. Terakhir, saya juga menjabat sebagai pemimpin wilayah dan komisaris di Bank Syariah Indonesia (BSI). Jadi saya punya bekal untuk beradaptasi dengan sistem perbankan syariah,” jelas Nazaruddin.
Nazaruddin mengaku terkesan dengan potensi besar yang dimiliki Provinsi NTB, terutama dari sektor pariwisata dan pertanian. Ia menyebut Lombok dan Sumbawa sebagai wilayah dengan kekayaan alam luar biasa yang perlu digarap secara strategis oleh perbankan daerah.
“Saya kaget melihat geliat ekonomi di Lombok. Bahkan malam hari pun jalanan ramai, dari pusat kota sampai pelabuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran bank daerah dalam mendukung bisnis masyarakat lokal, bukan sekadar menjadi perpanjangan layanan pusat. “Unit kerja Bank NTB Syariah harus hadir dan tumbuh dari potensi lokal yang ada. Jangan cari potensi di luar wilayah operasionalnya,” tegasnya.
Di tengah usianya yang menginjak 57 tahun, Nazaruddin melihat posisi sebagai Dirut Bank NTB Syariah sebagai ladang pengabdian baru. “Saya sudah pensiun dari BRI, lalu sempat menjadi komisaris di BSI. Kini saya ingin mendedikasikan pengalaman saya untuk membesarkan Bank NTB Syariah,” tuturnya.
Menariknya, sebelum resmi bergabung di NTB, nama Nazaruddin juga masuk dalam bursa calon direksi bank daerah lainnya, termasuk di Aceh. Namun takdir membawanya ke Lombok, di mana ia merasa “berjodoh” dengan NTB. “Mungkin memang jodohnya dengan Bank NTB Syariah. Teman-teman NTB lebih cepat memproses nama saya di LPPI,” ungkapnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, masyarakat NTB dan pelaku usaha lokal diharapkan bisa mendapatkan layanan perbankan syariah yang semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Nazaruddin pun optimistis, pengalaman panjangnya bisa memberikan warna baru bagi Bank NTB Syariah ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....