Pemkab Lombok Utara Gandeng BSI Perkuat Layanan Keuangan Syariah dan Pemberdayaan BUMDes
- 16 Apr 2025 16:45 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Denpasar dalam rangka memperkuat layanan keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kolaborasi ini diwujudkan melalui sinergi pengelolaan Dana Desa dan pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan memanfaatkan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) melalui jaringan BSI Agen.
Langkah ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar oleh BSI Area Denpasar, dihadiri oleh 43 Kepala Desa, 43 Direktur BUMDes dan BUMDesma, serta para Pendamping Desa se-Kabupaten Lombok Utara pada Rabu (16/4/2025).
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kantor Pusat BSI dan bertujuan memperkenalkan solusi pengelolaan Dana Desa melalui sistem perbankan syariah serta mengoptimalkan peran BUMDes dalam ekosistem keagenan perbankan syariah di wilayah pedesaan.
Selama sosialisasi, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai tata kelola Dana Desa melalui rekening BSI, peluang BUMDes menjadi Agen Laku Pandai, serta pembangunan Islamic Ecosystem berbasis desa. Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta, mencerminkan komitmen kuat untuk bersinergi dalam memperkuat ekonomi lokal.
Kepala Dinas DP2KBPMD Kabupaten Lombok Utara, Mala Siwandi, S.Kom, menekankan pentingnya kerja sama ini dalam mendukung pemberdayaan desa. “Dengan pemanfaatan layanan keagenan BSI melalui jaringan BUMDes, masyarakat dapat dengan mudah dan efisien mengakses layanan perbankan syariah. Ini bukan hanya mendekatkan layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi BUMDes,” ujarnya.
Dari sisi BSI, Silvia Permatasari selaku Retail Funding Transaction Deputy Regional Office 8 Surabaya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri.
“Kami membangun ekosistem bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dan pemerataan layanan perbankan syariah. BUMDes sebagai BSI Agen akan berperan penting dalam menciptakan layanan keuangan yang berdaya guna dan berkelanjutan di desa-desa,” jelasnya.
Kolaborasi ini dinilai saling menguntungkan: masyarakat desa memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan BSI, sementara BUMDes mendapatkan tambahan pendapatan dari penyediaan layanan perbankan, yang pada gilirannya memperkuat keberlangsungan usaha mereka.
Hingga 31 Maret 2025, BSI telah mencatat total 115.748 Agen Laku Pandai secara nasional dengan volume transaksi mencapai Rp18,34 triliun. Khusus wilayah Bali, NTB, dan NTT, terdapat 5.988 Agen aktif yang berhasil mencatatkan volume transaksi sebesar Rp139 miliar, menunjukkan kontribusi signifikan kawasan timur Indonesia dalam mendukung inklusi keuangan syariah nasional.
Melalui kolaborasi seperti ini, BSI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai prinsip-prinsip syariah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....