Qs. An Nuur 35 -36 : Allah Maha Pemberi Cahaya Hidayah
- 24 Jul 2024 06:55 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram : - " Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
- “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang .”
“Itulah arti Surat An Nuur Ayat 35-36. Merupakan surat ke 24 dalam Al Qur’an, diturunkan di madinah, yang isinya banyak menerangkan banyak hukum hukum. Menjelaskan tentang tanda tanda kebesaran Allah SWT. Gambaran cahaya diatas cahaya yang merupakan hidayah bagi hambanya,” Demikian penjelasan Dr. TGH. Said Ghazali, MA dalam Kajian Subuh Rabu, (24/07/2024).
Allah adalah pemberi cahaya, karenanya dia menurunkan Al-Qur'an untuk menjadi cahaya bagi kehidupan manusia. Allah adalah pemberi cahaya pada langit dan bumi, baik cahaya material yang kasat mata maupun cahaya immaterial seperti keimanan, pengetahuan, dan lainnya.
Perumpamaan cahaya-Nya yang menerangi hati orang-orang mukmin seperti sebuah lubang yang tidak tembus sehingga tidak diterpa angin yang dapat memadamkan cahaya, dan di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu dalam tabung kaca dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun, yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, sehingga pohon itu selalu mendapat sinar matahari sepanjang hari.
Kejernihan minyak dari Zaitun menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, berlapis-lapis, pelita adalah cahaya, demikian pula kaca dan minyak yang begitu jernih, sehingga sempurnalah sinarnya. Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang dia kehendaki, yaitu siapa saja yang mengikuti petunjuk Al-Qur'an. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka mudah memahami kandungannya dan mengambil pelajaran hingga akhirnya mau beriman.
Cahaya itu Allah pancarkan di langit dan bumi, Namun, tidak semua orang dapat meraih cahaya itu. Cahaya itu di masjid-masjid yang disana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, bertasbih-lah orang-orang yang menyucikan nama-Nya melalui berbagai ibadah, seperti adzan, salat, dan tilawah Al-Qur'an, pada waktu pagi dan petang,
Hidayah berasal dari Allah Ta’ala, dan tidak setiap orang berhak mendapatkannya, maka Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, di mana Dia mengetahui kebersihan dan kesucian diri hambanya. Allah maha mengetahui segala sesuatu, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya.,” Jelas Said Ghozali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....