Kodim 1606/Mataram Perkuat Sinergi Warga dan Aparat Cegah Konflik Sosial
- 07 Okt 2026 11:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kodim 1606/Mataram menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial sebagai upaya memperkuat peran seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kodim 1606/Mataram, Jalan Pejanggik Nomor 7, Kota Mataram, Selasa 6 Oktober 2026, mengangkat tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1606/Mataram”.
Kegiatan tersebut menghadirkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, M. Israk Tantawi Jauhari, S.IP., menegaskan pentingnya menjaga Kota Mataram sebagai wilayah yang aman, harmonis, dan inklusif di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial masyarakat.
Menurutnya, pencegahan konflik sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, komunitas, hingga ruang publik. Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era digital yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung sangat cepat.
“Komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai menjadi modal utama agar perbedaan tidak berkembang menjadi pertentangan. Masyarakat juga perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Binkom dari Staf Intelijen TNI Angkatan Darat (Sintelad), Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E., M.Han., saat membacakan amanat Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel Kasad) menyampaikan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya konflik sosial.
Ia mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi persoalan yang berpotensi memicu konflik kepada pihak berwenang agar dapat ditangani melalui komunikasi dan koordinasi sejak awal.
“Berbagai potensi persoalan di wilayah perlu mendapat perhatian sejak dini. Apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada konflik, masyarakat diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Mewakili Komandan Kodim 1606/Mataram, Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 1606/Mataram, Mayor Cba M. Lukman, menekankan bahwa konflik sosial sering kali berawal dari persoalan kecil yang tidak segera diselesaikan melalui komunikasi.
Menurutnya, kesalahpahaman, perbedaan kepentingan, maupun informasi yang tidak benar dapat menjadi pemicu konflik apabila tidak ditangani secara bijak. Karena itu, dialog dan musyawarah harus terus dikedepankan dalam menyelesaikan setiap persoalan di masyarakat.
Mayor Lukman juga menegaskan komitmen Kodim 1606/Mataram melalui Koramil dan Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai jembatan komunikasi antara warga, pemerintah, dan aparat keamanan guna mendeteksi persoalan sejak dini.
Dalam kesempatan yang sama, Wakasat Reskrim Polresta Mataram, Iptu Sang Putu Gede, S.H., mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, keamanan dan ketertiban hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Ketika muncul persoalan di lingkungan masyarakat, penyelesaian melalui komunikasi dan kepala dingin menjadi langkah penting agar masalah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” katanya.
Kegiatan Binkom juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan berbagai unsur peserta. Beragam persoalan sosial dan potensi konflik yang mungkin terjadi di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara dibahas bersama untuk mencari solusi yang konstruktif.
Melalui forum ini, peserta didorong untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan koordinasi, serta membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan aparat. Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, potensi konflik sosial diharapkan dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.
Kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil dari kepedulian, toleransi, komunikasi, dan kebersamaan seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan dan menyelesaikan perbedaan secara damai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....