Memahami Tasbih Makhluk melalui Surah An-Nur

  • 06 Okt 2026 14:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram- Al-Qur'an menerangkan bahwa seluruh makhluk yang berada di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dengan caranya masing-masing. Hal tersebut menjadi pengingat bagi manusia untuk memperhatikan alam dan semakin meyakini kebesaran serta kekuasaan Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan TGH. Saiful Bahrain, Lc., MA., dalam program Renungan Senja RRI Mataram, Selasa 6 Oktober 2026. Ia mengajak umat Islam untuk merenungkan kandungan Surah An-Nur ayat 41 yang menjelaskan bahwa seluruh makhluk, termasuk burung, memiliki cara tersendiri dalam beribadah dan bertasbih kepada Allah.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi, termasuk burung yang mengembangkan sayapnya. Setiap makhluk telah mengetahui cara ibadah dan tasbihnya, sementara Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Menurut TGH. Saiful Bahrain, ayat tersebut mengarahkan manusia untuk memperhatikan alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah. Keteraturan alam, baik di langit maupun di bumi, menunjukkan adanya kekuasaan dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan serta mengatur seluruh kehidupan.

Ia mencontohkan burung yang dapat terbang dan mengembangkan sayapnya di udara. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari ketetapan Allah yang memungkinkan burung bergerak di udara meskipun memiliki berat dan berada dalam pengaruh gravitasi bumi.

Hal itu juga ditegaskan dalam Surah An-Nahl ayat 79 yang mengingatkan manusia untuk memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dan tidak ada yang menahannya selain Allah. Fenomena tersebut menjadi salah satu tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.

TGH. Saiful menjelaskan, tasbih makhluk selain manusia tidak harus dipahami dalam bentuk zikir sebagaimana yang dilakukan manusia. Setiap makhluk memiliki cara tersendiri dalam bertasbih dan beribadah kepada Allah, yang tidak seluruhnya dapat diketahui manusia.

Karena itu, manusia yang dianugerahi akal dan kemampuan untuk berpikir semestinya mampu mengambil pelajaran dari seluruh ciptaan Allah. Ketika alam semesta dan seluruh makhluk tunduk pada ketentuan-Nya, manusia juga seharusnya semakin menyadari kewajibannya untuk bersyukur dan menaati Allah SWT.

Al-Qur'an juga menggambarkan bagaimana gunung dan burung bertasbih bersama Nabi Daud AS. Dalam Surah Saba ayat 10, Allah berfirman bahwa gunung-gunung dan burung diperintahkan untuk bertasbih bersama Nabi Daud.

Menurut TGH. Saiful, berbagai gambaran tersebut menunjukkan bahwa tasbih bukan hanya aktivitas manusia, melainkan bagian dari keteraturan seluruh ciptaan Allah.

Melalui renungan tersebut, umat Islam diajak untuk tidak sekadar melihat alam sebagai sesuatu yang biasa, tetapi menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, rasa syukur, dan kesadaran akan kebesaran Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....