42 Pelajar Loteng Tunjukkan Bahasa Sasak Masih Hidup di Generasi Muda
- 29 Sep 2026 10:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Bahasa Sasak mendapat ruang di tengah generasi muda Lombok Tengah. Sebanyak 42 pelajar SD dan SMP keluar sebagai juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat Kabupaten Lombok Tengah.
Bukan sekadar kompetisi, FTBI menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan menggunakan bahasa Sasak melalui berbagai bentuk, mulai dari membaca puisi, bercerita, menyanyi, menulis hingga mengenal aksara Sasak.
Ibu Wakil Bupati Lombok Tengah, Hj. Winarsih Nursiah, mengatakan keberadaan bahasa ibu tidak dapat dipisahkan dari identitas masyarakat. Karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu melibatkan generasi muda agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.
“Bahasa ibu bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga bagian dari jati diri, nilai budaya, dan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan,” ujar Winarsih.
Menurutnya, keberhasilan para pelajar dalam FTBI menunjukkan bahwa bahasa Sasak masih memiliki tempat di kalangan generasi muda. Kompetisi semacam ini juga dapat menjadi cara untuk menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap bahasa daerahnya sendiri.
Winarsih berharap para peserta tidak hanya menggunakan bahasa Sasak ketika mengikuti perlombaan. Kemampuan dan kecintaan terhadap bahasa daerah tersebut diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya anak-anak kita semakin mencintai bahasa Sasak dan memiliki kebanggaan untuk menggunakan serta mengembangkannya,” katanya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Muhlis, mengatakan FTBI memberikan ruang kepada pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus mengenal sastra dan budaya daerah.
Menurut dia, bahasa daerah akan lebih mudah bertahan jika generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi diberi ruang untuk menggunakannya secara kreatif.
Sementara itu, perwakilan Balai Bahasa Provinsi NTB, Kasman M. Um, mengingatkan bahwa bahasa merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.
Ia menilai pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa Sasak tidak semakin jauh dari generasi muda.
“Jangan sampai kita kehilangan identitas. Jika bahasa hilang, identitas juga akan ikut hilang,” ujarnya.
Dalam FTBI 2026, pelajar SD dan SMP berkompetisi pada tujuh kategori, yakni Midarte, Baca Puisi, Bewaran, Begolohan, Nembang, Nyurat Aksara, dan Nulis Cekon.
Pada jenjang SD, juara pertama Midarte diraih Baiq Aisah Faiha Agustina dari SDN 2 Penujak. Baca Puisi dimenangkan Inge Arlyan dari SDN Lajut, sementara Hanum Haura Ramdani dari SDN Tampar-Ampar menjadi juara pertama Bewaran.
Kategori Begolohan dimenangkan Annasya Angelica Dayfni dari SDN 2 Penujak. Lalu Manigraha Agung dari SDN 3 Penujak menjadi juara pertama Nembang.
Untuk Nyurat Aksara, juara pertama diraih Baiq Nadila Rahayu dari SDN Selewat. Sedangkan kategori Nulis Cekon dimenangkan BQ. Aqila Zulfa Khairunnisa dari SDN 3 Penujak.
Di tingkat SMP, juara pertama Midarte diraih Aila Azzura dari SMPN 2 Kopang. Oriza Sativa dari SMPN 1 Praya menjadi juara pertama Baca Puisi.
Kategori Bewaran dimenangkan Lale Nurul Alipa Ahya dari SMPN 4 Jonggat, sedangkan Lale Hargia Putri Eliana dari SMPN 4 Jonggat menjadi juara pertama Begolohan.
Pada kategori Nembang, juara pertama diraih Muhammad Ihsan dari SMPN 5 Batukliang. Eka Apriani dari SMPN 3 Kopang menjadi juara pertama Nyurat Aksara.
Sementara kategori Nulis Cekon tingkat SMP dimenangkan Desi Anisa Putri dari SMPN 1 Praya Barat.
Deretan nama tersebut menjadi gambaran bahwa pelestarian bahasa Sasak tidak hanya berlangsung di ruang-ruang budaya, tetapi juga mulai ditanamkan melalui pendidikan dan kreativitas pelajar.
FTBI 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa bahasa daerah masih bisa menjadi bagian dari ruang ekspresi anak muda. Ketika bahasa Sasak digunakan untuk bercerita, bersastra, bernyanyi dan menulis, bahasa ibu tidak hanya disimpan sebagai warisan, tetapi tetap digunakan dan berkembang bersama generasi baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....