Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sering Terjadi?
- 19 Sep 2026 15:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi persoalan yang berulang, terutama ketika kondisi cuaca mulai kering. Salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian adalah lahan gambut. Ketika terbakar, api di kawasan ini tidak selalu mudah terlihat dan dapat menyebar lebih sulit untuk dikendalikan. Lalu, mengapa karhutla di lahan gambut sering terjadi?
Berdasarkan penjelasan Pantau Gambut, kebakaran di lahan gambut umumnya berkaitan dengan aktivitas manusia yang kemudian diperparah oleh kondisi alam, seperti kemarau berkepanjangan dan kondisi gambut yang telah mengalami degradasi. Pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi salah satu pemicu yang sering ditemukan. Cara tersebut dianggap lebih mudah dan cepat, tetapi api dapat menyebar ke area yang lebih luas.
Masalahnya semakin besar ketika gambut kehilangan kelembapannya. Menurut Jejakin, gambut terbentuk dari sisa tumbuhan yang terurai dalam kondisi jenuh air sehingga memiliki kemampuan menyimpan air dalam jumlah besar. Ketika mengering, lapisan organik tersebut menjadi lebih mudah terbakar. Api bahkan dapat bertahan di bawah permukaan dan sulit dideteksi.
Faktor cuaca juga ikut memperbesar risiko. Berdasarkan keterangan BMKG, kondisi yang lebih kering dapat meningkatkan kerentanan terhadap karhutla, terutama ketika kelembapan lahan menurun. BMKG juga menekankan pentingnya menjaga lahan gambut tetap basah sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran.
Sementara itu, Pakar Kebijakan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani, menjelaskan bahwa El Niño dapat mengurangi curah hujan dan memperpanjang kondisi kering. Kondisi tersebut membuat vegetasi dan gambut kehilangan kelembapan sehingga lebih mudah terbakar. Namun, ia menegaskan bahwa faktor iklim bukan sumber api secara langsung. Tetap diperlukan sumber penyulut, yang dalam banyak kasus berkaitan dengan aktivitas manusia.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) juga menilai sebagian besar karhutla bukan merupakan bencana alam murni. Aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian, menjadi salah satu faktor utama. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah meluas, tetapi perlu diperkuat melalui pencegahan dan mitigasi sejak awal.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kelembapan gambut, mengurangi sumber api, melakukan patroli dan deteksi dini, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan rawan. Menurut Jejakin, pengelolaan air, pembasahan kembali lahan, pengawasan rutin, dan restorasi ekosistem merupakan bagian penting dalam mencegah kebakaran gambut.
Karhutla di lahan gambut pada dasarnya bukan hanya persoalan api, tetapi juga bagaimana kondisi lahan dikelola sebelum kebakaran terjadi. Menjaga gambut tetap basah dan mengurangi sumber penyulut menjadi langkah penting agar kebakaran tidak terus berulang. Menurut kamu, apa langkah paling efektif untuk mencegah karhutla di lahan gambut? (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....