Petani dan TNI Bersatu Bersihkan Bendungan Pekatan untuk Kelancaran Irigasi
- 12 Sep 2026 11:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Lombok Utara. Sekitar 200 orang yang terdiri dari petani, pengelola irigasi, pemerintah daerah, dan anggota TNI turun langsung membersihkan Bendungan Pekatan yang berada di perbatasan Dusun Dasan Tengak, Desa Sama Guna, Kecamatan Tanjung dan Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Sabtu 12 September 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menormalisasi bendungan yang mengalami pendangkalan akibat endapan batu dan pasir yang terbawa arus banjir serta curah hujan tinggi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian yang bergantung pada Bendungan Pekatan.
Anggota Koramil 1606-02/Tanjung, Serka Sumiadi selaku Babinsa Tanjung dan Sertu Randi selaku Babinsa Sama Guna, turut berada di tengah masyarakat membantu proses pembersihan. Bersama petani dan warga, mereka mengangkat batu serta pasir yang menghambat aliran air secara manual.
Serka Sumiadi mengatakan, gotong royong dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air yang menjadi kebutuhan utama para petani di dua kecamatan.
“Gotong royong dilakukan menyusul pendangkalan Bendungan Pekatan akibat tumpukan batu dan pasir yang terbawa curah hujan serta banjir sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran pembagian air menuju kawasan pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, Bendungan Pekatan memiliki peran strategis karena menjadi sumber irigasi bagi sejumlah wilayah pertanian. Di Kecamatan Tanjung, air bendungan dimanfaatkan petani di Desa Sama Guna, Desa Jenggala, dan Desa Tanjung. Sementara di Kecamatan Gangga, aliran air digunakan untuk mengairi lahan pertanian di Desa Bentek dan Desa Gondang.
Karena itu, upaya pembersihan bendungan menjadi kepentingan bersama seluruh pihak yang memanfaatkan sumber air tersebut. Melalui kerja bakti ini, masyarakat berharap distribusi air tetap lancar sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Pengamat Air dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Utara beserta staf, Kasi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi (OPJI), Ketua P3A Sama Guna, Ketua P3A Bentek, para pekaseh dari lima desa, penjaga bendungan, serta ketua dan anggota kelompok tani.
Perwakilan pekaseh menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, petani, pengelola irigasi, dan aparat kewilayahan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan fasilitas pengairan yang menopang sektor pertanian.
Bagi para petani, Bendungan Pekatan bukan sekadar bangunan pengatur air, melainkan penopang utama keberlangsungan tanaman dan hasil panen. Karena itu, ketika sedimentasi mulai mengganggu aliran air, mereka memilih turun langsung bergotong royong untuk membersihkannya.
Melalui kebersamaan tersebut, material yang menghambat aliran berhasil disingkirkan. Gotong royong di Bendungan Pekatan menjadi bukti bahwa kepedulian dan kerja sama masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan pertanian di Lombok Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....