Didatangi Menpar, Warga Sade Minta Rekonstruksi Tetap Pertahankan Adat
- 28 Agt 2026 06:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, meminta pemerintah menjadikan proses rekonstruksi pascakebakaran sebagai momentum untuk mengembalikan wajah kampung adat seperti sebelumnya.
Aspirasi itu disampaikan warga saat Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Sade, Kamis 27 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata melihat langsung rumah-rumah adat yang hangus terbakar sekaligus berdialog dengan masyarakat terdampak.
Salah satu perwakilan warga, Ardinata Sanah, mengatakan masyarakat sepakat agar rumah yang dibangun kembali tetap menggunakan konsep tradisional Sade, termasuk atap berbahan alang-alang.
Menurut dia, warga bahkan telah memesan alang-alang secara kolektif untuk mengantisipasi keterbatasan bahan tersebut.
“Sekalipun kita menunggu pemerintah, nanti pemerintah juga pasti akan mencari alang-alang. Sementara ketersediaannya terbatas. Makanya sekarang sudah kami pesan. Kalau pemerintah punya dana, silakan dibayar yang sudah kami booking,” kata Ardinata.
Pemesanan dilakukan lebih awal karena warga khawatir bahan atap tersebut sulit diperoleh ketika memasuki musim hujan. Langkah itu sekaligus untuk memastikan pembangunan kembali rumah adat tidak terkendala ketersediaan material.
Selain mempertahankan bentuk rumah, warga juga menginginkan Sade kembali menghadirkan suasana kehidupan masyarakat Sasak seperti dahulu. Mereka berharap penggunaan listrik dan kompor gas di dalam rumah adat dapat dibatasi agar karakter tradisional kampung tetap terjaga.
“Kita ingin Sade ini autentik dan riil sesuai kehidupan yang dulu. Mungkin nanti tetap butuh penerangan, tetapi di dalam rumah tetap original. Penerangan bisa menggunakan lampu minyak kelapa dan memasak menggunakan kayu bakar,” ujarnya.
Warga juga menilai penggunaan kayu bakar selama ini tidak menjadi persoalan. Menurut Ardinata, kebakaran yang terjadi justru berkaitan dengan penggunaan tabung gas.
“Selama kita masak menggunakan kayu bakar tidak pernah ada kebakaran dari tungku. Tapi terjadi kebakaran dari tabung gas,” katanya.
Di sisi lain, kebutuhan pangan warga terdampak disebut masih relatif tercukupi untuk sementara waktu berkat bantuan dari berbagai pihak. Persoalan yang lebih mendesak saat ini adalah pembangunan kembali rumah sekaligus pemulihan mata pencaharian masyarakat.
Ardinata mengatakan sebagian warga kini kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan dalam waktu bersamaan.
“Yang paling kami sayangkan adalah ini warisan leluhur yang kami jaga dari kakek dan nenek kami dari dulu. Kami kehilangan semuanya dalam satu malam,” ujarnya.
Karena itu, warga berharap proses pembangunan kembali Sade dapat segera dimulai dengan tetap melibatkan masyarakat adat dalam menentukan konsep dan desainnya.
Ardinata mengatakan warga juga ingin wajah Sade dikembalikan seperti era 1990-an. Menurut dia, langkah tersebut penting agar kampung adat tidak kehilangan identitas akibat perkembangan kawasan wisata.
“Jadi nanti Sade tidak ada semen, tidak ada kompor gas dan tidak ada listrik. Semoga keinginan kami terwujud agar Kampung Sade bisa merepresentasikan Suku Sasak,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah perlu memikirkan aspek keselamatan dalam penataan kembali kawasan Sade. Salah satu fasilitas yang dinilai penting adalah sistem pemadam kebakaran.
Usai meninjau lokasi kebakaran, Widiyanti juga melihat kondisi dapur umum yang berada di kawasan KDKMP dekat Kantor Desa Rembitan.
“Tentunya kami ingin planning-nya ke depan ada pemadam kebakaran agar semua bisa terselamatkan,” kata Widiyanti.
Terkait kebutuhan listrik, Widiyanti mengatakan penggunaan listrik tetap diperlukan, tetapi sistem distribusinya dapat dirancang lebih aman. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan jaringan kabel bawah tanah.
“Listrik kita tetap butuh, tetapi tidak di atas. Kalau listrik di bawah lebih aman dan itu bisa didesain di masterplan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....