TNI Rampungkan Jembatan Aik Bual, Dua Jembatan Gantung Masih Dalam Pengerjaan
- 13 Agt 2026 16:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah –Jembatan Armco di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, resmi digunakan masyarakat setelah rampung dibangun melalui program pemerintah pusat yang dilaksanakan bersama TNI.
Jembatan tersebut menjadi akses penghubung antara Desa Aik Bual dan Desa Wajageseng. Sebelumnya, jembatan lama di lokasi itu mengalami kerusakan sehingga warga harus menggunakan jalur alternatif untuk menuju desa di seberang.
Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol Arh Mohamad Arifin mengatakan, Jembatan Armco Aik Bual merupakan salah satu dari tiga jembatan yang masuk dalam program pembangunan pemerintah di Lombok Tengah.
“Alhamdulillah hari ini sudah secara resmi diresmikan dan bisa digunakan secara luas oleh masyarakat yang berada di sekitar Desa Aik Bual,” kata Arifin Kamis 13 Agustus 2026.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar sekitar lima meter. Pembangunannya melibatkan unsur PUPR dan konsultan untuk memastikan kekuatan serta ketahanan konstruksi.
Arifin mengatakan, pembangunan jembatan ditentukan berdasarkan skala prioritas dan hasil survei terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satu pertimbangannya adalah jumlah warga yang akan menerima manfaat dari keberadaan jembatan tersebut.
“Sudah disurvei semua, dan dari Kodim yang membantu proses ini,” ujarnya.
Setelah Jembatan di Aik Bual selesai, dua jembatan lainnya masih dalam proses pembangunan. Keduanya merupakan jembatan gantung yang berada di Desa Batunyale dan Desa Teduh.
Menurut Arifin, konstruksi jembatan gantung dipilih karena kedua jembatan tersebut memiliki bentang yang cukup panjang.
“Untuk penambahan jembatan serupa, saat ini kita masih menyelesaikan ini. Ada dua jembatan lagi, jembatan gantung yang berada di Desa Batunyale dan Desa Teduh,” katanya.
Kodim 1620/Lombok Tengah juga akan kembali mendata kebutuhan pembangunan jembatan di wilayah Lombok Tengah. Usulan pembangunan jembatan baru nantinya dapat dimasukkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Ia mengatakan, program pemerintah yang dilaksanakan bersama TNI tersebut tidak hanya menyasar pembangunan jembatan. Di Lombok Tengah, terdapat sekitar 17 titik air yang disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Titik air tersebut tersebar di sejumlah wilayah, terutama kawasan selatan seperti Kecamatan Pujut serta wilayah timur Lombok Tengah.
Fasilitas yang dibangun meliputi sumur bor, tandon penampungan, serta jaringan pipa dan keran sehingga air dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Arifin mengatakan, pembangunan titik air saat ini baru mencapai sekitar 60 persen. Sejumlah titik masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat diselesaikan seiring pelaksanaan program TMMD.
“Kalau titik air sendiri, kita baru sekitar 60 persen. Masih ada beberapa titik yang kita bangun kembali, terutama dalam mengejar kegiatan TMMD,” ujar Arifin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....